SIKAP MUSLIM MENGHADAPI MASALAH KHILAFIAH

MUSLIMIN

MUSLIMIN

SEBAB – SEBAB TERJADINYA PENDAPAT
Telah menjadi kenyataan dimasyarakat, adanya perbedaan pendapat dalam memahami ajaran agama islam. Kalau perbedaan pendapat itu lahir dari akal yang sehat, akan menghidupkan dan mengembangkan daya berfikir pemeluk-pemeluknya. Akan tatapi sebaliknya, perbedaan pandangan dan pendapat yang tidak sehat, akan merugikan pemelik-pemeluknya itu sendiri dan akan menjadi penghambat pula perseminya ajaran agama itu kedalam hati manusia.

Diantar sebab-sebab terjadinya perbedaan pandangan dan pendapat dalam memehami dan menyampaikan ajaran agama islam adalah:
1. Diantara Ulama’ dan umat Islam, lebih banyak mengemukakan atau menceritakan beban-beban yang harus dilaksanakan, daripada mengemukakan atau menceritakan keringanan-keringanan (dispensasi,rukhshah) dalam agama. Mereka ini kurang memperhatiakan dan memahami firman Allah s.w.t:

“ Allah menghendakki kelonggaran bagimu dan tidak menghendaki kesempitan bagimu.”(Q.S Al – Baqarah:185.
2. Diantara Ulama’ dan umat islam ada yang kurang memperhatikan situasi sewaktu Nabi bersabda, apakah ucapan Beliau itu berlaku untuk umum atau untuk orang tertentu saja. Apakah perintah Beliau berlaku untuk selama-lamanya atau hanya bersifat sementara. Sebagai contoh dapat kita lihat pada riwayat berikut:
Bukhari telah meriwayatkan dari Nabi s.a.w bahwa Beliau melarang orang menyimpan daging kurban melebihi dari kebutuhan tiga hari. Kemudian pada tahun berikutnya beliau berkata: “ Makanlah dan simpanlah sesuka hatimu. Sesungguhnya aku larang pada tahun yang lalu, karena dalam keadaan paceklik, sedang aku menginginkan supaya kamu dapat menolong mereka dalam masa paceklik itu”.
Sebagai Contohnya adalah riwayat-riwayat berikut:
a. Bukhari meriwayatkan dari Abu Ayyub Al – Anshari, bahwa sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w :

“ Harap beritakan kepadaku suatu amal yang memungkinkan aqku masuk surga”,maka Nabipun bersabda: “ Engkau sembah Allah, jangan sekutukan dengan sesuatupun, engkau dirikan sembahyang engkau mengeluarkan zakat dan engkau silturrahim”.
3. Diantara ulama’ dan umat islam bayank yang terpengaruh oleh pendapat yang diterimanya dari pemuka-pemuka atau ulama’-ulama’ Islam sebelumnya dengan dakwaan, telah Ijma’ ulama’ pada masalah-masalah yang tidak ada terjadi “ Ijma’”. Hal ini terjadi karena rasa fanatic, atau karena ingin menyudutkan orang lain tang tidak sefaham dengan dia.
4. Diantara Ulama’ ada yang berpandangan yang terlaku berlebihan terhadap Amaliyah yang diSunnatkan, sehingga orang Awam menganggapnya suatu amaliyah yang diwajibkan dan berdosa apabila ditinggalkan.Sebagai adalah mengenai “ bacaan pada shalat subuh pada hari Jum’at”.
5. Para sahabat yang tinggal terpecar-pencar diseluruh pelosok negeri ada yang meriwayatkan Hadist berbeda-beda, karena mereka terlalai atau terlupa, sedangkan yang mengingatkan diantar sahabat-sahabat tidak ada.

PENDAPAT PARA IMAM MUJTAHID MENGENAI TAQLID

1. Imam Abu Hanifah
Imam Abu Hanifah adalah seorang Ulama’ yang sangat terkenal denga ijtihadnya dan selalu berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah, kalau pendapatnya datang dari para Ulama’ maka beliau sangat hati-hati menerimanya.

Beliau tidak mau bertaklid secara membabibuta kepada ulama’-ulama’ dan tidak mengingini pula orang lain bertaklid buta kepada Beliau sendiri. hal ini jelas kita lihat dari ucapan Beliau, yaitu:
“ Tidak halal bagi bseseorang yang akan memberi fatwa dengan perkataanku itu.” Dalam memutuskan hokum-hukum agama, imam Hanafi berpegang pada kepada sumber-sumber yang beliau sebutkan dibawah ini
’’ sesungguhnya saya mengambil dari kitab Allah. Jika saya tidak mendapatinya dalam kitab Allah, lalu saya ambil dari Sunnah Rasulullah. Jika dalam sunnah Rasulullah tidakatau belum saya dapati, lalu saya ambil dari para sahabat yang saya kehendaki dan saya tinggalkan perkataan mereka yang tidak saya kehendaki. Kemudian saya tidak akan mengambil perkatan-perkataan yang datang dari selain mereka. Apabila telah samp[ai sesuatu urusan kepada para imam Mujtahid seperti Ibrahim, Hasan, Asy-Syu’by, Ibnu Sirin, Sa’id bin Al Musayyab, maka sayapun berijtihad seperti mereka berijtihad.
Inilah diantara ucapan-ucapan beliau yang mengandung nasehat, agar ummat Islam jangan bertaqlid secara membabi buta dalam urusan hokum-hukum agama.
2. Imam Maliky
Imam Maliky adalah salah seorang imam madzhab yang terus berkembang dan hidup mazhabnya sampai saat ini. Beliau seorang ulama’ yangtidak hanya mendapat pujian dari orang yang semazdhab, tetapi juga dari ulama’-ulama’ terkemuka seperti Imam Hanafi, Imam Syafi’I dan Ulama’-Ulama’ lainnya.
Imam abu hanifah pernah ditanya oleh seorang tentang kepandaian Imam MAliky, lalu beliau menjawab :
“ saya belum pernah menjumpai seorang pun yang lebih alaim dari pada malik’’.
Imam syafi’I juga pernah berkata tentyang imam malik : “ apabila disebut-sebut ulama’ ahli hadits, makaimam malik lah bintangnya dan tiodak seorangpun yang lebih akupercayai tentag hadits selain dari imam malik
Iamma An Nasa’I juga pernah berkata “ sesudah para tabi’in tidak ada seorag pun bagi saya yang lebih aku percayai dari pada imam malik dan tidak seorang pun yang lebih aman riwayatnya tentang urusan haditsselain dari pada imam malik,. Itulah diantara pernyataan para ulam’ besar tentang kepandaian imam malik, terutama dalam hal ilmu hadits.
Sebagaimana imam abu hanifah melarang orang bertaklid membabibuta , maka imam malik pun berpoendirina demikian pula. Beliau sebagi mufti besar dan sebagai ahli hadits, tidak pernah mengajarkan kepada muridnya supya mengikuti begitusaja pendapat beliau, beliau sangat hati-hati dan khusus mengenai taqlid, beliau banyak berpesan:
a. “ saya tidak lain, melainkan manusia biasa. Saya boleh jadi salahdsn boleh jadi benar. Maka oleh sebab itu, lihatlah dan pikirlah baik-baik pendapat saya apabila sesuai dengan kitab ( Al Qur’an ) dan sunnah, maka ambillah dan jika tidak sesuai dengan kitab dan assunnah maka tinggalkanlah “.
b. “ Tidaklah tiap orang yang mengatakan suatu perkataan itu lalu diikuti, sekalipun dia seorang yang mempunyai kelebihan”.
Inilah sebagian dari pesan beliau, banyak orang yang bertaqlid buta dalam urusan agama tidak baik, tetapi hendaklah diteliti dan diselidiki lebih dahulu kebenaran- nya atau alasan-alasannya;
3. Imam Syafi’I
Imam Syafii adalah Imamah madzhab yang cukup besar pengaruhnya, sehingga banyak menempati hati ummat islam sampai saat ini sebagai mana imam hanafi dan imam maliky, imam safi’I pun turut meninggalkan pesan, supaya jangan mengikuti pendapat beliaudan pendapat orang lain secara bertaklid buta. Diantar pesan beliau:
a. Imam Syafi’I berkata kepada Imam Az Za’faroni :
Apabila engkau mendapatkan sunnah Rasulullah SAW. Maka hendaklah engkau mengikuti sunnah itu dan janganlah engkau berpaling kepada perkataan seseorang “.
b. Imam Syafi’I pernah berkata kepada imam Ar’rabi’ ;
“ Apa saja yang telah berlaku menurut Sunnah Rasulullah s.a.w, padahal bersalahan dengan dengan Madzabku maka tinggalkanlah madzabku itu karna sunnah itu adalah Madzab yang sebenarnya”.
c. Imam ar-Raba’I pernah mendengar Imam Syafi’I berkata :
“ Tiap-tiap masalah yang telah aku bicarakan, kemudian ada Hadits yang shahih dari Nabi, s.a.w, menurut pandangan ahli Hadits, padahal bersalahan dengan apa yang telah aku katakan, maka aku akan ruju’ dari pendapatku itu, baik diwaktu hidupku, maupun sesudah matiku.”

Masih banyak lagi ucapan-ucapan beliau yang mengingatkan segala fatwa, supaya mempertimbangkan secara matang dan menili lebih lanjut terlebih dahulu segala fatwa, pendapat atau perkataan seseorang, termasuk beliau pendapat beliau sendiri sekalipun sudah menjadi Ulama’ besar.
4. Imam Hambali
Imam Hambali adalah salah seorang Imam Madzab empat yang diakui kealiannya dan keluasan ilmunya. Aliran madzabnya masih terus hidup sampai sekarang. Pandangan imam Hambali mengenai masalah taqlid, tidak jauh berbeda dengan Imam-imam yang telah disebutkan terdahulu. Beliau tidak merelakan dirinya diikuti begitu saja tanpa mengadakan penyelidikan terlebih dahulu:
Diantara pesannya adalah :
a- Imam Hambali berkata :
“ Janganlah kamu bertaqlid kepada orang lain dalam urusan agamamu, karna mereka tidak luput dari kesalahan”.
b- Imam Hambali berkata ;
“ Janganlah taqlid kepada saya, Malik, Syafi’I dan Tsaury dan ambilah darimana mereka itu mengambil”.
Dari kutipan beberapa perkataan dan pesan beliau diatas jelas, bahwa beliau menginginkan agar persoalan-persoalan yang menyangkut agama, langsung melihat dan mengambil dari sumber aslinya yaitu Al Qur’an dan Hadits. Kalau tidak ada dalam kedua sumber tersebut, boleh melihat pendapat para sahabat dan tabi’in sesudah diadakan penyelidikan dan penyaringan.

Tentang Muhammad Khofifi

beragam aktifitas selalu mengakrabi kehidupan Muhammad Khofifi, eksdemonstran kelahiran desa Bulupitu gondanglegi Malang Jawa timur pada tanggal 18 Maret 1985 ini menempuh TAMAN KANAK-KANAK IBNU HAJAR LULUS PADA TAHUN 1999/1990 pendidikan MI MIFTAHUL ULUM Bulupitu lulus pada tahun pelajaran1994/1995 kemudian MTs IBNU HAJAR BULUPITU lulus pada tahun pelajaran 1998/1997 kemudian mengabdi di dalem ponpes Al HAFILUDDIN KYAI HMUHAMMAD SHOLEH selam 2 tahun kemudian melanjutkan sekolah MA di MADRASAH ALIYAH RAUDLATUL ULUM tahun pelajaran 2001/2002 kemudian lulus pada tahu 20004/2005 lulus kemudian tugas mengajar selama satu tahun di Pulau GARAM " madura" didesa pao paleh laok ketapang sampang madura kemudian pulang karna tidak kerasan kemudian bekerja menjadi Staff Perpustakaan selama satu tahun kemudian diangkat menjadi staff TU administrasi sampai sekarang kemudian kuliah di STAI AL QOLAM.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke SIKAP MUSLIM MENGHADAPI MASALAH KHILAFIAH

  1. S.H. ALATAS berkata:

    Bismillahirrahmanirrahim,
    Pada waktu kita perlu ambil perhatian bagaimana untuk menyatupadukan seluruh kekuatan Ummat Islam, berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi s.a.w.

    Dalam al-Quran dan sunnah Nabi saw penuh dgn peringatan dan panduan, supaya seluruh ummat Islam berjuang dalam satu barisan seumpama satu bangunan yang saling kuat menguatkan.

    Insya Allah dengan berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi s.a.w. Ummat islam akan kuat kembali, dan akan menadi sebaik-baik ummat. Amin ya Rabbal alamin’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s