<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muhammad Khofifi</title>
	<atom:link href="http://khofif.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khofif.wordpress.com</link>
	<description>jalanilah hidup ini dengan selalu konsisten</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Dec 2011 14:08:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='khofif.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Muhammad Khofifi</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://khofif.wordpress.com/osd.xml" title="Muhammad Khofifi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://khofif.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>FAHAM QADARIYAH</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2010/06/15/faham-qadariyah/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2010/06/15/faham-qadariyah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 01:11:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[A.  Sejarah Munculnya Faham Qadariyah Qadariyah diambil dari bahasa Arab, dasarkatanya adalah qadara yang memiliki arti kemampuan atau kekuasaan. Adapun pengertian qadariyah berdasarkan terminology adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan, artinya tanpa campur &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2010/06/15/faham-qadariyah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=200&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A.  </strong><strong>Sejarah Munculnya Faham Qadariyah</strong></p>
<p>Qadariyah diambil dari bahasa Arab, dasarkatanya adalah qadara yang memiliki arti kemampuan atau kekuasaan. Adapun pengertian qadariyah berdasarkan terminology adalah suatu aliran yang percaya bahwa segala tindakan manusia tidak diintervensi oleh Tuhan, artinya tanpa campur tangan Tuhan.</p>
<p><span id="more-200"></span></p>
<p>Dalam bahasa Inggris qadariyah ini diartikan sebagai free will and free act, bahwa manusialah yang mewujudkan perbuatan-perbuatan dengan kemauan dan tenaganya.</p>
<p>Aliran qadariyah ini dirkirakan muncul pada tahun 70 H dengan berbagai versi yang memperdebatkan mengenai tokoh pemulanya.</p>
<p>Versi pertama dikemukakan oleh Ahmad Amin berdasarkan pendapat beberapa ahli teologi bahwa faham qadariyah ini pertama kali diperkenalkan oleh Ma’bad Al-Jauhani dan Ghailan Ad-Dimasyqy.</p>
<p>Versi kedua, masih dikemukakan oleh Ahmad Amin berdasarkan pendapat Ibnu Nabatah dalam kitabnya Syarh Al-Uyun bahwa faham qadariyah ini pertama kali dimunculkan oleh seorang Kristen Irak yang masuk Islam kemudian kembali kepada Kristen yang bernama Susan.</p>
<p>Versi ketiga dikemukakan oleh W. Montgomery Watt berdasarkan tulisan Hellmut Ritter yang ditulis dalam bahasa Jerman, menyebutkan bahwa faham qadariyah ditemukan dalam kitab Ar-Risalah karya Hasan Al-Basri. Namun versi ini menjadi perdebatan panjang bahwa Hasan Al-Basri seorang Qadariyah. Dalam kitab ini, dia menulis bahwa manusia berhak memilih mana yang baik dan buruk bagi dirinya.<strong> </strong></p>
<p>Seharusnya, sebutan qadariyah diberikan kepada aliran yang berpendapat bahwa qadar menentukan segala tingkahlaku manusia, baik yang bagus maupun yang jahat. Namun, sebutan tersebut telah melekat kaum sunni, yang percaya bahwa manusia mempunyai kebebasan berkehendak. Menurut Ahmad Amin, sebutan ini diberikan kepada para pengikut faham qadar oleh lawan mereka dengan merujuk Hadits yang menimbulkan kesan negatif bagi nama Qadariyah.  Yakni “Bahwa kaum qadariyah majusinya ummat ini”.</p>
<p>Beberapa ayat Al-Qur’an yang digunakan sebagai dasar pemikiran mereka adalah:</p>
<p><strong>وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا</strong><strong></strong></p>
<p>Artinya: Dan katakanlah: &#8220;Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.&#8221; Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (Al-Kahfi: 29)</p>
<p><strong>أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</strong><strong></strong></p>
<p>Artinya: Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: &#8220;Darimana datangnya (kekalahan) ini?&#8221; Katakanlah: &#8220;Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.&#8221; Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran: 165).</p>
<p><strong>لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ</strong><strong></strong></p>
<p>Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Ar-Ra’d:11).</p>
<p><strong>وَمَنْ يَكْسِبْ إِثْمًا فَإِنَّمَا يَكْسِبُهُ عَلَى نَفْسِهِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا</strong><strong></strong></p>
<p>Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa: 111).</p>
<p>Ibnu Nabatah dalam kitabnya <em>Syarh Al-Uyun, </em>seperti dikutip Ahmad Amin, memberi informasi lain bahwa yang pertama sekali memunculkan faham Qadariyah adalah orang irak yang semula beragama Kristen kemudian masuk islam dan balik lagi ke agama Kristen. Dari orang inilah, Ma’bad dan Ghailan mengambil faham ini. Orang Irak yang dimaksud, sebagaimana dikatakan Muhammad Ibnu Syu’ib yang memperoleh informasi dari Al-Auzai, adalah Susan.</p>
<p>Sementara itu, W. Montgomery Watt manamukan dokumen lain melalui tulisan Hellmut Ritter dalam bahasa Jerman yang dipublikasikan melalui majalah Der Islam pada tahun 1933. Artikel ini menjelaskan bahwa faham Qadariyah terdapat dalam kitab <em>Risalah </em>dan ditulis untuk Kholifah Abdul Malik oleh Hasan Al-Basri sekitar tahun 700 M. Hasan Al-Basri (642-728) adalah anak seorang tahanan di irak. Ia lahir dimadinah, tetapi pada tahun 657, pergi ke Basrah dan tinggal disana sampai akhir hayatnya. Apakah Hasan Al-Basri termasuk orang Qadariyah atau bukan, hal ini memang menjadi perdebatan. Namun, yang jelas, -berdasarkan catatannya yang terdapat dalam kitab <em>Risalah </em>ini ia percaya bahwa manusia dapat memilih secara bebas antara baik dan buruk. Hasan yakin bahwa manusia bebas memilih antara berbuat baik atau berbuat buruk.</p>
<p>Ma’bad Al-Jauhani dan Ghailan Ad- Dimasyqi, menurut Watt, adalah penganut Qadariyah yang hidup setelah Hasan Al-Basri. Kalau dihubungkan dengan keterangan Adz-Dhahabi dalam Mizan Al-I’tidal seperti dikutip Ahmad Amin yang menyatakan bahwa Ma’bad Al-Jauhani pernah belajar pada Hasan Al-Basri, makasngat mungkin faham Qadariyah ini mula-mula dikembangkan hasan Al-Bashri. Dengan demikian, keterangan yang itulis oleh Ibn Nabatah dalam <em>Syahrul Al-Uyun</em> bahwa faham <em>Qadariyah </em>berasal dari orang irak Kristen yang masuk Islam dan kemudian kembali kepada Kristen, adalah hasil rekayasa orang yang tidak sependapat dengan faham ini agar orang-orang tidak tertarik dengan pikiran Qadariyah. Lagi pula menurut Kremer, seperti dikutip Ignaz Goldziher, dikalangan gereja timur ketika itu terjadi perdebatan tentang butir doktrin Qadariyah yang mencekam pikiran para teolognya.</p>
<p>Berkaitan dengan persoalan pertama kalinya Qadariyah muncul, ada baiknya bila meninjau kembali pendapat Ahmad Amin yang menyatakan kesulitan untuk menentukannya. Para peneliti sebelumnya pun belum sepakat mengenai hal ini karna penganut Qadariyah ketika itu banyak sekali. Sebagian terdapat di irak dengan bukti bahwa gerakan ini terjadi pada pengajian Hasan Al-Basri. Pendapat ini dikuatkan oleh Ibn Nabatah bahwa yang mencetuskan pendapat pertama tentang masalah ini adalah seorang Kristen dari irak yang telah masuk ilam pendapatnya itu diambil olrh Ma’bad dan Ghailan. Sebagaimana lain berpendapat bahwa faham ini muncul di Damaskus. Di duga di sebabkan oleh pengaruh orang-orang Kristen yang banyak dipekerjakan di istana-istana Khalifah.     </p>
<ol>
<li><strong>B.   </strong><strong>I’tiqad Qadariyah Yang Bertentangan Dengan Ahlussunnah Waljamaah</strong></li>
</ol>
<p>Adapun doktrin yang dikembangkan oleh kaum qadariyah ini diantaranya:</p>
<ol>
<li>Manusia mempunyai daya dan kekuatan untuk menentukan nasibnya, melakukan segala sesuatu yang diinginkan baik dan buruknya. Jadi surga atau neraka yang didapatnya bukan merupakan takdir Tuhan melainkan karena kehendak dan perbuatannya sendiri.</li>
<li>takdir merupakan ketentuan Allah SWT terhadap alam semesta sejak zaman azali, yaitu hukum yang dalam Al-Qur’an disebut sunnatullah.</li>
<li>Secara alamiah manusia mempunyai takdir yang tak dapat diubah mengikuti hukum alam seperti tidak memiliki sayap untuk terbang, tetapi manusia memiliki daya untuk mengembangkan pemikiran dan daya kreatifitasnya sehingga manusia dapat menghasilkan karya untuk mengimbangi atau mengikuti hukum alam tersebut dengan menciptakan pesawat terbang.</li>
</ol>
<p><strong>C.  Perbandingan Aliran Jabariyah Dan Qadariyah</strong></p>
<p>Beberapa perbedaan mendasar terhadap berbagai permasalahan teologi yang berkembang diantara kedua aliran ini diantaranya adalah:</p>
<p>1. Jabariyah meyakini bahwa segala perbuatan manusia telah diatur dan dipaksa oleh Allah sehingga manusia tidak memiliki kemampuan dan kehendak dalam hidup, sementara qadariyah meyakini bahwa Allah tidak ikut campur dalam kehidupan manusia sehingga manusia memiliki wewenang penuh dalam menentukan hidupnya dan dalam menentukan sikap.</p>
<p>2. Jabariyah menyatakan bahwa surga dan neraka tidak kekal, setiap manusia pasti merasakan surga dan neraka, setelah itu keduanya akan lenyap. Qadariyah menyatakan bahwa manusia yang berbuat baik akan mendapat surga, sementara yang berbuat jahat akan mendapat ganjaran di neraka, kedua keputusan itu merupakan konsekuensi dari perbuatan yang dilakukan manusia berdasarkan kehendak dan pilihannya sendiri.</p>
<p>3. Takdir dalam pandangan kaum jabariyah memiliki makna bahwa segala perbuatan manusia telah ditentukan dan digariskan Allah SWT, sehingga tidak ada pilihan bagi manusia. Sementara takdir menurut kaum qadariyah merupakan ketentuan Allah terhadap alam semesta sejak zaman azali, manusia menyesuaikan terhadap alam semesta melalui upaya dan pemikirannya yang tercermin dalam kreatifitasnya.</p>
<p><strong>D. Pandangan Ahli Ilmu Kalam Terhadap Aliran Jabariyah Dan Qadariyah</strong></p>
<p>Para ahli ilmu kalam banyak memperdebatkan ajaran-ajaran yang dikembangkan oleh ulama jabariyah maupun ulama qadariyah. Beberapa argument diberikan untuk menolak ajaran kedua faham ini.</p>
<p>Jika manusia tidak memiliki daya dan segala perbuatannya dipaksa oleh Allah, maka sejauh mana eksistensi manusia sebagai khalifah di muka bumi, bagaimana fungsi berita gembira dan ancaman yang Allah berikan, serta untuk apa Allah menyediakan ganjaran atas segala perilaku manusia selama hidup.</p>
<p>Keyakinan bahwa manusia dipaksa (majbur) dalam melakukan segala sesuatu akan membuat manusia menjadi malas berusaha karena menganggap semuanya merupakan takdir yang tak dapat diubah, juga dapat menyebabkan manusia tidak memiliki rasa tanggung jawab terhadap segala sesuatu.</p>
<p>Begitu pun sebaliknya, jika seluruh perbuatan manusia berada pada tangan manusia itu sendiri tanpa andil Sang Pencipta, maka seberapa kuat kemampuan manusia untuk mengelola alam ini sementara kemampuan kita sangat terbatas. Maka di mana letak batas kreatifitas kita. Dengan keyakinan ini, maka di mana letak keimanan kita terhadap qadha dan qadar Allah SWT.</p>
<p>Penolakan terhadap ajaran qadariyah ini disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya, pertama, bangsa Arab telah terbiasa dengan pemikiran pasrah terhadap alam yang keras dan ganas. Kedua, pemerintah yang menganut jabariyah menganggap gerakan faham qadariyah sebagai suatu usaha menyebarkan faham dinamis dan daya kritis rakyat, yang pada gilirannya mampu mengkritik kebijakan-kebijakan mereka yang dianggap tidak sesuai, bhakan dapat menggulingkan kedudukan mereka di dalam pemerintahan.</p>
<p>Dengan semakin berkembang teology, pemikiran ahli ilmu kalam pun semakin berkembang dan tentu semakin kritis. Hal ini banyak membantu masyarakat awam untuk memilih ajaran murni yang datang dari Allah SWT dan utusan-Nya. Masyarakat dapat memperkokoh keimanannya melalui ajaran yang disebarkan oleh para ulama ilmu kalam modern saat ini. Maka tidak heran bila saat ini banyak terbuka ketimpangan dan kerancuan dalam berbagai aliran karena kekritisan ulama ilmu kalam modern saat ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=200&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2010/06/15/faham-qadariyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>POLA PEMIKIRAN IBNU RUSYD TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2010/04/29/pola-pemikiran-ibnu-rusyd-tentang-pendidikan-agama-islam-2/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2010/04/29/pola-pemikiran-ibnu-rusyd-tentang-pendidikan-agama-islam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 03:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[  Oleh Muhammad Khofifi&#38;Lilis Chusnul Chotimah A.    Biografi Ibnu Rusyd Abul Wali Muhammad bin Ahmad bin Rusyd lahir di Cordova tahun 520 H. Ia berasal dari keluarga besar yang terkenal dengan keutamaannya dan mempunyai kedudukan tinggi di Andalusia, Spanyol. Ayahnya &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2010/04/29/pola-pemikiran-ibnu-rusyd-tentang-pendidikan-agama-islam-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=195&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><em>Oleh Muhammad Khofifi&amp;Lilis Chusnul Chotimah</em></p>
<ol>
<li><strong>A.    </strong><strong>Biografi Ibnu Rusyd</strong></li>
</ol>
<p>Abul Wali Muhammad bin Ahmad bin Rusyd lahir di Cordova tahun 520 H. Ia berasal dari keluarga besar yang terkenal dengan keutamaannya dan mempunyai kedudukan tinggi di Andalusia, Spanyol. Ayahnya adalah seorang hakim dan neneknya yang terkenal dengan sebutan Ibnu Rusyd -Nenek- (ad-Djadd) adalah kepala hakim di Cordova.</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p>Pada mulanya Ibnu Rusyd mendapat kedudukan yang baik dari Khalifah Abu Yusuf al-Mansur (masa kekuasaannya 1184-1194 M), sehingga pada waktu itu Ibnu Rusyd menjadi raja semua pikiran, tidak ada pendapat kecuali pendapatnya, dan tidak ada kata-kata kecuali kata-katanya. Akan tetapi, keadaan tersebut segera berubah karena ia di-<em>persona non grata-</em>kan oleh al-Manshur dan dikurung di suatu kampung Yahudi bersama Alisanah sebagai akibat fitnahan dan tuduhan telah keluar dari Islam yang dilancarkan oleh golongan penentang filsafat, yaitu para fuqaha masanya.</p>
<p>Setelah beberapa orang terkemuka dapat meyakinkan al-Manshur tentang kebersihan diri Ibnu Rusyd dari fitnahan dan tuduhan tersebut, baru ia dibebaskan. Akan tetapi, tidak lama kemudian fitnahan dan tuduhan dilemparkan lagi pada dirinya, dan termakan pula. Sebagai akibatnya, kali ini ia diasingkan ke Negeri Maghribi (Maroko), buku-buku karangannya dibakar dan ilmu filsafat tidak boleh lagi dipelajari. Sejak saat itu murid-muridnya bubar dan tidak berani lagi menyebut-nyebut namanya.</p>
<p>Ibnu Rusyd (1126-1198) lahir di Cordova lidah barat menyebutnya Averroes yang nama lengkapnya adalah Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd adalah seorang ahli hukum, ilmu hisab (arithmatic), kedokteran, dan ahli filsafat terbesar dalam sejarah Islam dimana ia sempat berguru kepada Ibnu Zuhr, Ibn Thufail, dan Abu Ja&#8217;far Harun dari Truxillo. Pada tahun 1169 Ibn Rusyd dilantik sebagai hakim di Sevilla, pada tahun 1171 dilantik menjadi hakim di Cordova. Karena kepiawaiannya dalam bidang kedokteran Ibnu Rusyd diangkat menjadi dokter istana tahun 1182.</p>
<p>Karya besar yang di tulis oleh Ibnu Rusyd adalah Kitab Kuliyah fith-Thibb (Encyclopaedia of Medicine) yang terdiri dari 16 jilid, yang pernah di terjemahkan kedalam bahasa Latin pada tahun 1255 oleh seorang Yahudi bernama Bonacosa, kemudian buku ini diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan nama &#8220;General Rules of Medicine&#8221; sebuah buku wajib di universitas-universitas di Eropa. Karya lainnya Mabadil Falsafah (pengantar ilmu falsafah), Taslul, Kasyful Adillah, Tahafatul Tahafut, Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid, Tafsir Urjuza (menguraikan tentang pengobatan dan ilmu kalam), sedangkan dalam bidang musik Ibnu Rusyd telah menulis buku yang berjudul &#8220;De Anima Aristotles&#8221; (Commentary on the Aristotles De Animo). Ibnu Rusyd telah berhasil menterjemahan buku-buku karya Aristoteles (384-322 SM) sehingga beliau dijuluki sebagai asy-Syarih (comentator) berkat Ibnu Rusyd-lah karya-karya Aristoteles dunia dapat menikmatinya. Selain itu beliaupun mengomentari buku-buku Plato (429-347 SM), Nicolaus, Al-Farabi (874-950), dan Ibnu Sina (980-1037).</p>
<p>Ibnu Rusyd seorang yang cerdas dan berfikiran kedepan sempat dituduh sebagai orang Yahudi karena pemikiran-pemikirannya sehingga beliau di asingkan ke Lucena dan sebagian karyanya dimusnahkan. Doktrin Averoism mampu pengaruhi Yahudi dan Kristen, baik barat maupun timur, seperti halnya pengaruhi Maimonides, Voltiare dan Jean Jaques Rousseau, maka boleh dikatakan bahwa Eropah seharusnya berhutang budi pada Ibnu Rusyd.</p>
<ol>
<li><strong>B.     </strong><strong>Karya Ibnu Rusyd   </strong></li>
</ol>
<p>Karya ibnu rusyd terdiri dari 28 buku mengenai filsafat, 5 buku megenai agama, 8 buku mengenai hukum islam dan 10 buku mengenai kedokteran.<br />
Dalam filsafat cara berfikir Ibnu Sina disempurnaka oleh Ibnu Rusyd. Sehingga pengaruhnya dalam filsafat Eropa lebih besar daripengaruh Ibnu Sina sendiri.</p>
<p>Didunia Islam sendiri Ibnu rusyd lebih terkenal sebagai seorang filusuf yang manentang Alghazali. Bukunya yang khusus menentang filsafat Al-ghazali adalah; tahafut-tahafut (reaksi atas buku Alghazali), Tahafut fatasilah..Tetapi dalam dunia islam sendiri filsafat Ibnu Rusyd tidak berpengaruh besar. Malah karena isi filsafatnya yang dianggap sangat bertentangan dengan pelajaran agama islam yang umum, Ibnu Rusyd dianggap orang zindik. Karena pendapatnya itu juga pernah dibuang oleh khalifah Abu yusuf dan diasingkan ke Lucena (Alisana).</p>
<p>Ibnu Rusyd banyak mengarang buku, tetapi yang asli berbahasa arab yang sampai kepada kita sekarang hanya sedkit. Sebagian adanya adalah buku-buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Yahudi.<br />
Diantara karangannya tentang filsafat adalah:</p>
<ul>
<li>Tahafut-tahafut</li>
<li>Risalah fi Ta’lluqi ‘ilmillahi ‘an Adami Ta’alluqihi bil-juziat</li>
<li>Tafsiru ma ba’dat-tabiat</li>
<li>Fashlul-Maqal fi ma bainal-hikmah wasy-Syrah Minal-ittisal dan Lain-lain</li>
</ul>
<p>                        <strong>Pendapat Ilmu Pendidikan Menurut Ibnu Rusyd</strong></p>
<p>Keberadaan dan perkembangan ilmu-ilmu Islam dimulai sejak kerasulan Nabi Muhammad SAW. Pusaran ilmu itu ialah al Qur’an dan sunnah atau hadis yang kemudian melahirkan berbagai cabang ilmu. Situasi ini didukung oleh perkembangan bahasa Arab yang telah digunakan jauh sebelum masa kerasulan Nabi Muhammad SAW, sehingga posisi bahasa Arab mengambil peran penting bagi perkembangan ilmu Islam selanjutnya. Kondisi seperti ini disebabkan oleh sumber ilmu Islam yang menggunakan bahasa Arab sebagai medium komunikasi ke wilayah publik.</p>
<p>Adanya ekspansi umat Islam ke berbagai wilayah turut memperkaya khazanah intelektual muslim. Berbagai keilmuan Islam pun lahir sebagai bagian dari proses interaksi Islam dengan budaya-budaya lain, seperti Yunani, Persia, India, dan lain sebagainya. Lahirnya bidang keilmuan seperti filsafat, ilmu kalam [ teologi Islam ], dan tasawuf tidak bisa dilepaskan dari interaksi-interaksi tersebut.</p>
<p>Berikut ini akan dipaparkan dinamika beberapa varian pemikiran Islam, yang merupakan khazanah [<em>turats</em>] Islam yang senantiasa harus terus dipelihara dan dijaga keberadaannya, serta dikembangkan sesuai dengan perubahan yang menyertai perputaran dunia ini.</p>
<p><strong>1. Bidang Kalam [Teologi]</strong></p>
<p>Kalam secara harfiah berarti pembicaraan. Istilah ini merujuk pada sistem pemikiran spekulatif yang berfungsi untuk mempertahankan Islam dan tradisi keislaman dari ancaman maupun tantangan dari luar. Para pendukungnya, mutakallimun, adalah orang-orang yang menjadikan dogma atau persoalan-persoalan teologis kontroversial sebagai topik diskusi dan wacana dialetik, dengan menawarkan bukti-bukti spekulatif untuk mempertahankan pendirian mereka.</p>
<p><strong>2. Bidang Ilmu Fiqih</strong></p>
<p>Fikih sendiri sebagai nama lain dari hukum Islam senantiasa dinamis dalam perkembangannya, bahkan hingga saat ini. Para Imam mazhab pendahulu yang telah berijtihad keras dalam merumuskan aturan dasar-dasar dalam mengambil sebuah putusan hukum [ushul fikih] selain berpegang pada aturan pokok berupa al Quran dan hadist, juga senantiasa menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan masyarakat di sekitarnya. Sehingga, tidak heran apabila banyak perbedaan pendapat dari mereka. Namun hal ini tidak menjadi soal, bahkan mereka saling menghargai terhadap pendapat yang lainnya. Karena mereka berpegang pada sabda Nabi, bahwa perbedaan antara umatku adalah rahmat [<em>al ikhtilaf baina ummati rahmat</em> ]</p>
<p>Pada masa Nabi, karena segala persoalan dikembalikan kepada Nabi untuk menyelesaikannya, Nabi lah yang menjadi satu-satunya sumber hukum. Segala ketentuan hukum yang dibuat Nabi itu sendiri bersumber pada wahyu dari Tuhan. Pada masa sahabat, daerah yang dikuasai Islam bertambah luas dan termasuk ke dalamnya daerah-daerah di luar Semenanjung Arabia yang telah mempunyai kebudayaan tinggi dan susunan masyarakat yang bukan sederhana, diperbandingkan dengan masyarakat Arabia ketika itu. Dengan demikian, persoalan-persoalan kemasyarakatan yang timbul didaerah-daerah baru itu lebih sulit penyelesaiannya dari persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat Semenanjung Arabia sendiri.</p>
<p>Untuk mencari penyelesaian bagi soal-soal baru itu, para Sahabat kembali kepada al Qur’an dan Sunnah. Tetapi, sebagaimana diketahui ayat ahkam berjumlah sedikit dan tidak semua persoalan yang timbul dapat dikembalikan kepada al Qur’an atau Sunnah Nabi, maka untuk itu Khalifah dan sahabat mengadakan ijtihad. Proses ijtihad pada aspek hukum ini semakin dibutuhkan dengan pada fase-fase selanjutnya. Seiring dengan banyaknya mujtahid [ pelaku ijtihad ], maka produk yang dihasilkannya pun sangat beragam.</p>
<p>Sejarah memperlihatkan bahwa produk pemahaman dan pemikiran umat dalam bentuk fikih berhasil mengubah masyarakat Arab jahiliah menuju masyarakat Islami. Perubahan tersebut didasarkan atas rumusan prinsip umum tentang iman, ibadah, kidah dakwah, hukum keluarga, hukum muamalah, hukum pidana, dan sanksi sebagai berikut : [1] keterikatan hakim untuk menetapkan kemaslahatan umum atas dasar teks suci, yaitu al Qur’an dan Sunnah; [2]) perintah melaksanakan keadilan, keihsanan, persamaan, dan ukhuwah insaniyah; [3]  larangan perang atas dasar ofensif dan kebolehan melakukan perang berdasarkan pertimbangan defensif serta meningkatkan hak dan kehormatan wanita; [4] terjaminnya hak milik pribadi, keharusan memenuhi janji dan perikatan serta larangan melakukan tipu daya; [5] pembedaan hak adami dan hak Allah SWT, yakni hak pribadi dan hak Allah SWT dalam sanksi</p>
<p>Secara umum, dapat dijelaskan tahapan-tahapan perkembangan tersebut, adalah : <em>Pertama,</em> pembentukan dimulai sejak kerasulan Muhammad AW masa al Khulafa ar Rasyidun, hingga paruh pertama abad ke-1 H, pada tahap ini sumber hukum meliputi wahyu serta akal, yaitu al Qur’an, sunnah, ijmak, dan ijtihad. <em>Kedua,</em> adalah masa pembentukan fikih yang dimulai pada paruh pertama abad ke-1 hingga dekade awal abad ke-2 H. pada tahap ini, fikih telah terbentuk mazhab.  <em>Ketiga,</em> adalah masa pematangan bentuk yang dimulai sejak dekade awal abad ke-2 H hingga pertengahan abad ke-4 H. Pada masa ini, ijtihad dalam bentuk fikih dikodifikasi dan dilengkapi dengan ilmu ushul fikih.<em> Keempat,</em> adalah masa kemunduran fikih yang ditandai oleh dua peristiwa penting, yakni jatuhnya Bagdad ke tangan tartar dan tertutupnya pintu ijtihad oleh para ulama. Pada masa ini fukaha hanya menemouh metode ai mutun [jamak dari al matan], syarah, alhawasyi [jamak dari al hasyiyyah] dan taqrirat [jamak dari taqrir] dalam penulisan kitab fikih.<em> Kelima,</em> adalah munculnya kesadaran akan pentingnya kitab hukum Islam yang mudah dioperasionalkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, dan Negara. Kesadaran ini dipelopori oleh pemerintahan Dinasti Usmani dengan terbitnya majalah al Ahkam al Adiliyyah. Pemikiran dalam hukum Islam dalam peraturan perundang-undangan itu pun kemudian berkembang di negeri Islam hingga kini.</p>
<p><strong>3. Bidang Ilmu Filsafat</strong></p>
<p>a.<em>Pengetahuan tentang Tuhan</em></p>
<p>Didalam pendapat Ibnu Rusyd terdapat pertanyaan:’’Apakah Tuhan mangetahui segala segala rincian juziyat?’’menjawab hal ini Ibnu rusyd mengemukakan pendapat Aristoteles yang sangat disetujui engan kepala negara yang tidak mengetahui hal kecil didaerahnya.</p>
<p>Pendapat Aristoteles itu didasarkan atas suatu argumen sebagai berikut:Yakni Tuhan al-Mukharik,merupakan hal yang murni bahkan merupakan akal yang setinggi-tingginya.Oleh karn a itu,pengetahuan dari akal yang tertinggi itu haruslah merupakan pengetahan yang tertinggi pula agar ada persesuaian antara yang mengetahui dan yang diketahui.Dan karna itu pula tidak mungkn Tuhan mengetahui selain zat-NYA sendiri.Sebab tidak ada suatu zat lain yang sama luhurnya dengan zat Tuhan.</p>
<p><em>b.Amal perbuatan</em></p>
<p>Dalam masalah amal perbuatan timbul masalah mendasar yaitu: Bagaimanakah terjadinya alam manjudat ini dan amal perbuatannya?</p>
<p>Bagi golongan agama jawabannya sudah cukup jelas.Mereka mengatakan bahwa semua itu adalah ciptaan Tuhan.Semua benda atau peritiwa,baik besar ataupun kecil,Tuhanlah yang menciptakannya dan  emeliharanya.Sebaliknya bagi golongan filsafat menjawab persoalan itu harus ditinjau dengan akal pikiran.Diantara mereka ada yang menyimplkan bahwa materi itu azali,tanpa permulaan terjadinya.dan perubahan materi itu menjadi benda-benda lain yang beraneka macam terdapat didalam kekuatan yang ada didalam maksud itu sendiri secara otomatis.Artinya tidak lansung dari Tuhan.</p>
<p>Diantara ahli filsafat ada yang berpendapat bahwa materi itu abadi.Ia terdiri atas bermacam-macam jauhar.tiap-tiap jauhar mengadakan jauhar yang baru.Materi itu terjadinya bukan dari tidak ada,melainkan dari keadaan yang potensial(bilquwah)</p>
<p>Aristoteles berpendapat bahwa jauhar(subtansi)pertama dari materi itu  menyebabkan adanya jauhar yang kedua tanpa behajat bantuan zat lain diluar dirinya.Ini berarti bahwa sebab dan akibat penciptaan dan amal matei itu seterusnya terletak pada diri materi itu sendiri.</p>
<p>Ibnu Rusyd dapat menerima pendapat Aristoteles ini dengan menjelaskan pula argumenny sebagai berikut:Seandainya Tuhan itu menjadikan segala sesuatu dan peristiwa yang ada ini,maka akibatnya ide tentang sebab tidak akan ada artinya lagi.Padahal seprti yang kit lihat sehari-hari,apapun yang terjadi dalam ini senantiasa  diliputi oleh sebab dan akibat.Misalny api yang menyebabkan terbakar,dan air yang menyebabkan basah.</p>
<p>c.<em>Keazalian alam</em></p>
<p>dalam masalah ini timbul pertanyaan : apakah alam ini ada permulaan terjadinya atau tidak?</p>
<p>Dalam masalah ini Ibnu Rusyd mengemukakan bahwa alam ini azali tanpa ada permulaan.Dengan demikian  berarti bagi ibnu rusyd ada dua hal yang azali,yaitu Tuhan dan alam ini.Hanya saja bagi Ibnu Rusyd keazalian tuhan itu berbeda dari keazalian ala,sebab keazalian Tuhan lebih utama dari keazalian alam.Untuk membela pendapat ia mengeluarkan argumen sbb:”Seandainya alam ini tidak azali,ada permulaannya maka ia hadist(baru),mesti ada yang menjadikannya , dan yang menjadikannya itu harus ada pula yang menjadikannya lagi,demikianlah seterusnya tanpa ada habis-habisnya. Padahal keadaan berantai demikian(tasalsul)dengan tiada berkeputusan tidak akan dapat diterima oleh akal pikira. Jadi mustahil kalau alam itu hadist.</p>
<p>Oleh karna diantara tuhan dengan alam ini ada hubungan meskipun tidak sampai pada soal-soal rincian,padahal Tuhan azali dan Tuhan yang azali itu tidak akan berhubungan kecuali dengan yang azali pula,maka seharusnya alam ini azali meskipun keazaliannya kurang utama dari keazalian Tuhan.</p>
<p>d.<em>Gerakan yang azali</em></p>
<p>Gerakan adalah suatu akibat karena setip gerakan senantiasa mempunyai sebab yang mendahuluinya.Kalau kita cari sebab itu maka tidak akan kita temui sebab penggeraknya pula,begitulah seterusnya,tidak mungkin berhenti.Oleh sebab itu kewajiban kita menganggap bahwa sebab yang paling terdahulu atau sebab yang pertama adalah sesuatu yang tidak bergerak. Gerakan itu dianggap tidak berawal dan tidak berakhir, azali dan berabad, dan sebab pertama (prima causa) atau penggerak utama itulah yang disebut Tuhan.</p>
<p>Selanjutnya Ibnu Rusyd mengatakan meskipun Tuhan  adalah sebab atau penggerak yang pertama,Dia hanyalah menciptakan gerakan pada akal pertama saja,sedangkan gerakan-gerakan selanjutnya(peritiwa-peristiwa didunia ini)disebabkan oleh akal selanjutnya.Dengan demikian  menurut Ibnu Rusyd,tidak dapat dikatakan adanya pimpinan lansung dari Tuhan terhadap peristiwa-peristiwa di dunia.</p>
<p>e.<em>Akal yang Universal</em></p>
<p>Menurut Ibnu Rusyd akal itu (seperti yang dimaksud oleh Al-Farabi dan Ibnu Sina)adalah satu universal.Maksudnya bukan saja ”akal yang aktif” adalah esa dan universal,tetapi juga ’’akal kemungkinan’’,yakni akal reseptif adalah Esa dan universal,sama dan satu bagi semua orang.</p>
<p>Hai ini berarti bahwa segala akal dianggap sebaai monopsikisme.Menurut Ibnu Rusyd ’’akal kemungkinan’’ barulah merupakan individu tertentu tatkala dia berhubungan dengan dengan suatu bentuk materi atau tubuh orang per seorangan.</p>
<p><strong>4. Tinjauan Metafisika Ibnu Rusyd </strong></p>
<p>Ibnu rusyd telah membahas tentang wujud tuhan,sifat-sifat-NYA dan hubungan Tuhan dengan alam. ketiga hal tersebut menjadi pokok pembahasan metafisika Ibnu Rusyd. Disamping itu Ibnu Rusyd meneliti golongan islam dalam mencari Tuhan.Ibnu rusyd juga meninjau pemikiran Al-Ghazali.</p>
<p>Tentang Al-ghazali ia telah mengisi bukunya Tahafut al-falasifah dengan pikran-pikiran sofistis,dan kata-katanya tidak sampai pada tingkat keyakinan.pembicaraan Alghazali terhadap<strong> </strong>pikiran-pikiran filosof-filosof dengan cara demikian,tidak pantas baginya,sebab tidak lepas dari satu dan dua hal<strong>.</strong><em>Pertama</em><strong> </strong>,ia sebenarnya memahami pikiran-pikiran tersebut tetepi  tidak disebutkan disini secara benar dan ini adalah perbuatan orang-orang buruk.<em>Kedua,</em>Ia memang tidak memahami cecara benar,dan dengan demikian ia membicarakan sesuatu yang tidak ia kuasai, dan ini adalah perbutan orang-orang bodoh.</p>
<p>Golongan Al-‘asyariyah mengatakan bahwa wujud Tuhan tidak lain adalah melalui akal.Menurut Ibnu rusyd,untuk ini merek a tidak menempuh jalan yang di tunjukan oleh syara’ karena berdasarkan baharunya alam atas tersusunnya  dari bagian-bagian yang tidak terbagi-bagi,itu adalah baru</p>
<p>Golongan Mutakallimin Asy’ariyah mengatakan bahwa perbuatan  yang baru adalah karna iradah yang qadim,maka Ibnu Rusyd menjawab bahwa prkataan tersebut tidak dapat diterima,karena iradah itu bukan perbuatan yang berhubungan dengan perbuatan yang dibuat.</p>
<p>Mengenai golongan Tasauf,maka menurut Ibnu Rusyd cara penelitian mereka bukan bersiftat pikiran,yakni yang terdiri dari dasar-dasar pikiran atau premise-premise dan kesimpulan,karena mereka mengira bahwa pengetahuan tentang Tuhan dan wujud-wujud lain diterima oleh jiwa ketika sudah terlepas dari dari hambatan-hambatan kebendaan dan ketika pikirannya tertentu kepada perkara yang dicarinya.</p>
<p>Cara tersebut menurut Ibnu Rusyd bukanlah cara kebanyakan orang sebagai orang,yakni sebagai makhluk yang mempunyai  pikiran dan diserukan memakai pikirannya.</p>
<p>Mengenai adanya Tuhan menurut ibnu Rusyd ada dua cara untuk mambuktikannya,yaitu:kedua cara itu dimulai dari manusia dan tidak dari alam karena manusia itu berpikiran.Seterusnya benda wujud dijadikan dan segala benda yang dijadikan berkehendak kepada yang menjadikan.</p>
<p><strong>5. Bidang Tasawwuf</strong><strong></strong></p>
<p>Tasawuf adalah tingkah laku dan perasaan; tingkah laku yang menjauhi segala keinginan dan hal-hal yang memesona dan ditujukan demi kesucian jiwa dan tubuh. Perasaan cinta dan bahagia, manakala seorang murid [ orang yang berkehendak ] mencapai dua kesucian ini.  Tasawuf juga berarti amal dan analisa; amal yang berlandaskan pada <em>mujahadah</em> [memerangi hawa nafsu sendiri] dan <em>mujahadah</em> [ ketahanan diri menghadapi bencana ] pusa di siang hari dan beribadah sunnah di malam hari, mengorbankanjiwa dan harta yang nampak ke dalam alam batin. Akhirnya tasawuf adalah ada dan tiada; tiada bagi orang yang tergesa dan ada bagi orang yang tidak tergesa [mementingkan akhirat, al Ajil]. Tiada bagi orang yang sirna dan ada bagi orang yang kekal, tiada bagi manusia dan ada bagi Tuhan.</p>
<p>Tasawuf secara ringkas adalah mata rantai yang terdiri atas kondisi-kondisi  [<em>al-ahwal</em>] dan maqam-maqam, yang satu sama lain saling merupakan anak tangga. Orang yang mau menjadi sufi memulai langkah dengan membersihkan jiwanya, agar bisa menjadi orang yang berhak menerima tajalli [penampakan], selalu meningkat hingga bisa merasakan Allah [ada] di relung jiwanya dan demukian dekat dengan-Nya. Kajian-kajian tasawuf dalam Islam tidak terbentuk sekaligus, tetapi berkembang menembus perjalanan waktu melewati fase-fase tertentu secara bertahap.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=195&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2010/04/29/pola-pemikiran-ibnu-rusyd-tentang-pendidikan-agama-islam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENEJEMEN KETATAUSAHAAN SEKOLAH</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2010/03/28/menejemen-ketatausahaan-sekolah/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2010/03/28/menejemen-ketatausahaan-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 04:17:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2010/03/28/menejemen-ketatausahaan-sekolah/</guid>
		<description><![CDATA[A. Pengertian Tata Usaha Apakah tata usaha sekolah itu? Besarkah peranannya dalam sekolah ? Dan apa saja fungsi dan tugas mereka disekolah ? Itulah mungkin pertanyaan-pertanyaan yang mungkin keluar bagi orang yang belum begitu kenal dengan tata usaha (TU) sekolah. &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2010/03/28/menejemen-ketatausahaan-sekolah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=192&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Pengertian Tata Usaha<br />
Apakah tata usaha sekolah itu? Besarkah peranannya dalam sekolah ? Dan apa saja fungsi dan tugas mereka disekolah ? Itulah mungkin pertanyaan-pertanyaan yang mungkin keluar bagi orang yang belum begitu kenal dengan tata usaha (TU) sekolah. Sebagai seorang TU, saya ingin mencoba mengangkat ‘dinamika kehidupan’pola kerja tata usaha dari pantauan kesehariannya (karena saya seorangTU). ditinjau dari sudut asal usul kata (etimologis), maka ADMINISTRASI berasal dari Bahasa Latin yaitu Ad+Ministrare.</p>
<p><span id="more-192"></span></p>
<p>Ad berarti intensif, sedangkan Ministrare berarti melayani, membantu, dan memenuhi atau menyediakan (Husaini Usman, 2006).<br />
Menurut The Lian Gie (2000), tenaga tata usaha memiliki tiga peranan pokok yaitu: (1) melayani pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan operatif untuk mencapai tujuan dari suatu organisasi, (2) menyediakan keterangan-keterangan bagi pucuk pimpinan organisasi itu untuk membuat keputusan atau melakukan tindakan yang tepat, dan (3) membantu kelancaran perkembangan organisasi sebagai suatu keseluruhan.<br />
B. Tugas-tugas TU<br />
Pengalaman dan sertifikat pendidikan (ijazah) sangat menentukan dalam kerja mereka. Dan mereka bekrja pada disiplin ilmu mereka masing-masing. Sementara aktifitas . semua staf TU di sekolah-sekolah di Indonesia tampaknya harus bisa bekerja di semua bidang yang ditugaskan oleh kepala sekolah dan kepala TU.<br />
Mereka bertugas dalam berbagai bidang, baik bekerja sama dengan kepala sekolah dan guru atau mereka bekerja sendiri. Tugas mereka meliputi, membantu proses belajar mengajar, urusan kesiswaan, kepegawaian, peralatan sekolah, urusan infrasturcture sekolah, keuangan, bekerja di laboratorium, perpustakaan dan hubungan masyarakat (Sumber: hasil rapat Kepala Tata Usaha di Bogor: 1996).</p>
<p>Mill dan Standingford (1982) menyebutkan delapan tugas tenaga administrasi yaitu:<br />
(1) menulis surat<br />
(2) membaca<br />
(3) menyalin (menggandakan)<br />
(4) menghitung<br />
(5) memeriksa<br />
(6) memilah (menggolongkan dan menyatukan)<br />
(7) menyimpan dan menyusun indeks dan<br />
(8) melakukan komunikasi (lisandantertulis).<br />
Menurut Nansen School, Birm, UK, 2001 Fungsi staff TU adalah menangani urusan administrasi yg dibagi menjadi 4 bagian:<br />
1. School assistant<br />
2. Clerical assistant<br />
3. Finance assistant dan<br />
4. General assistant<br />
C. Pegawai Tata Usaha Sekolah Masa Depan</p>
<p>Masa depan sebuah sekolah sebagian besar ditentukan oleh orang-orang yang ada di sebuah lingkungan sekolah. Untuk meraih masa depan sekolah yang lebih baik, seyogyanya setiap personalia sekolah saling bersinergi, bekerjasama dan sama-sama bekerja dengan penuh keikhlasan untuk mewujudkan masa depan sekolah yang lebih baik, lebih mencerahkan dan lebih mencerdaskan kehidupan bangsa.</p>
<p>Penempatan pegawai tata usaha sekolah ke depan seharusnya benar-benar empertimbangkan mutu, kemampuan, kecakapan, atau keahlian yang memadai untuk melaksanakan tugas mereka di bidangnya masing-masing. Diharapkan ke depan pegawai tata usaha sekolah benar-benar tenaga profesional di bidangnya, seperti profesional di bidang manajemen perpustakaan, profesional di bidang manajemen keuangan sekolah, profesional di bidang kearsipan, profesional di bidang teknologi informatika komputer. Dan penempatan tenaga profesional di lingkungan tata usaha sekolah ini seyogyanya mengacu pada prinsip the righ man on the righ job.<br />
Selain memiliki kemampuan, keahlian atau kecakapan yang memadai, yang tidak kalah pentingnya ialah pegawai TU sekolah di masa depan harus memiliki visi dan komitmen yang kuat untuk turut memajukan dunia pendidikan. Sekolah di samping menjadi &#8220;lahan penghidupan&#8221; juga harus dipandang sebagai lahan untuk beramal. Sehingga setiap pekerjaan tidak harus selalu diukur dengan materi yang akan diterima. Seyogyanya prinsip hidup berbuat dan memberikan yang terbaik&#8221; menjadi budaya setiap individu di lingkungan sekolah. Ini juga berarti pegawai TU sekolah juga harus memiliki kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial di samping kompetensi profesional. Semoga !</p>
<p>Daftar Pustaka</p>
<p>Ansyar, Mohammad. 1989. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Depdikbud<br />
Arikunto, Suharsimi. 1999. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.<br />
Albert Lepawsky, Administration The Art and Science of Organization and Management, New York: Alfred A. Knopf, 1960.<br />
Anthony Tillet, Thomas Kempner &amp; Gordon Wills (Eds.), Management Thinkers, Harmonworth, Pinguin Books Ltd, 1970.<br />
(Sumber: hasil rapat Kepala Tata Usaha di Bogor: 1996).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=192&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2010/03/28/menejemen-ketatausahaan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ROSELLA TANAMAN OBAT</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/12/19/rosella-tanaman-obat/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/12/19/rosella-tanaman-obat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 06:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2009/12/19/rosella-tanaman-obat/</guid>
		<description><![CDATA[Kelopak bunga Rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa irup dan teh, selai dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu Rosela Merah. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/12/19/rosella-tanaman-obat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=189&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelopak bunga Rosela dapat diambil sebagai bahan minuman segar berupa irup dan teh, selai dan minuman, terutama dari tanaman yang berkelopak bunga tebal, yaitu Rosela Merah. Kelopak bunga tersebut mengandung vitamin C, vitamin A, dan asam amino. Asam amino yang diperlukan tubuh, 18 diantaranya terdapat dalam kelopak bunga Rosela, termasuk arginin dan legnin yang berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Selain itu, Rosela juga mengandung protein dan kalsium.</p>
<p><span id="more-189"></span><!--more--></p>
<p>Di Malaysia, Roselle juga disebut Asam paya, Asam kumbang atau Asam susur, merupakan tumbuhan yang mempunyai keluarga yang sama dengan bunga raya/sepatu (Hibiscus rosasinensis). Tumbuhan Roselle ada yang mengatakan berasal dari India tetapi ada juga pendapat yang mengatakan Roselle berasal dari Afrika Barat. Tumbuhan Roselle ini semula diperkenalkan di Malaysia sejak lebih dari tiga abat yang lampau. Di India Barat disebut dengan Jamaican Sorrel.</p>
<p>Pohon Roselle tumbuh dari biji/benih dengan ketinggian yang bisa mencapai 3 – 5 meter serta mengeluarkan bunga hampir sepanjang tahun. Bunga Roselle berwarna cerah, Kelopak bunga atau kaliksnya berwarna merah gelap dan lebih tebal jika dibandingkan dengan bunga raya/sepatu. Bagian bunga Roselle yang bisa diproses menjadi makanan ialah kelopak bunganya (kaliks) yang mempunyai rasa yang amat masam. Kelopak bunga ini bisa diproses menjadi pelbagai jenis makanan seperti minuman, jelly, saos, serbuk (teh ) atau manisan Roselle. Daun muda Roselle bisa juga dimakan sebagai ulam atau salad. Sementara itu di Afrika, biji Roselle dimakan karena dipercaya mengandung minyak tertentu. Di Sudan, Roselle diproses menjadi minuman tradisional yang dinamakan Karkadeh dan merupakan minuman kebangsaan orang Sudan.</p>
<p>Pohon Roselle adalah sejenis perdu yang mudah ditaman. Cara penanamannya dengan menggunakan biji yang kering kemudian disemai. Nama Lain: Hibiscus Sabdariffa L., H. Sabdariffa varaltissima, Rozelle, Red Sorrel, Sour-sour, Lemon bush, Florida cranberry, Oseille rouge (Perancis), Quimbombo Chino (Sepanyol), Karkadeh (Afrika Utara), Bisap (Senegal).</p>
<p>Tumbuhan herba ini ternyata mampu berfungsi sebagai bahan antiseptik, penambah syahwat, agen astringen. Tanaman ini juga banyak digunakan dalam pengobatan tradisional seperti batuk, ketidakhadaman, lesu, demam, tekanan perasaan, gusi berdarah (skurvi) dan mencegah penyakit hati. Bunga Roselle banyak digunakan untuk pembuatan jus, saos, sirup dan juga sebagai bahan pewarna pada makanan.</p>
<p>Ekstrak daripada kuncup bunganya ternyata mampu berfungsi sebagai antispasmodik (penahan kekejangan), antihelmintik (anti cacing) dan antibakteria. Selain itu rosella ternyata mampu menurunkan kadar penyerapan alkohol. Daun tumbuhan herba ini juga bisa digunakan untuk merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga.</p>
<p>Kandungan Bunga Rosella : Vitamin C dosis tinggi, kalori, protein, fats, karbohidrat, ash, kalsium, beta karotene, fiber,phospor, besi &amp; asam askorbat.Tiap 100 gr mengandung 260-280 mg vitamin C, vitamin D, B1 dan B2. Kandungan vitamin C 3 kali lipat anggur hitam, 9 kali lipat jeruk sitrus, 10 kali lipat lebih besar dari buah belimbing dan 2,5 kali lipat dibanding vitamin C dalam jambu biji (kelutuk). Selain itu Teh Rosella mengandung KALSIUM tinggi ( 486 mg / 100 gr), Magnesium serta Omega 3. Teh Rosella juga diperkaya Vitamin A, Iron, Potasium, Beta Caroteen &amp; Asam Esensial. Deskripsi :TEH ROSELLA atau TEH MERAH dikenal dengan nama beragam : Teh Rosella, Hibiscus tea, Teh Mekkah, Teh Yaman. Disebut juga Karkade (Arab), Kezeru (Jepang), Merambos Hijau (Jateng), Asam kesur (Meranjat), Kesew Jawe (Pagar Alam), Asam Jarot (Sp. Padang), Asam Rejang (Muara Enim) dan Hisbiscus Sabdariffa L. (Latin)[Identifikasi LIPI : 364/IPH.i.02/If.8/2004 - 11 Juni 2004.]Manfaat Teh Rosella :</p>
<p>1. Menurunkan tekanan darah.</p>
<p>2. Mengurangi kekentalan darah.</p>
<p>3. Meningkatkan peristaltik usus.</p>
<p>4. Mengobati cacingan.</p>
<p>5. Mematikan mcrobacterium tubercolusis.</p>
<p>6. Mengurangi batuk, sakit tenggorokan dan sariawan.</p>
<p>7. Mengatasi gangguan kencing.</p>
<p>8. Menurunkan kadar asam urat, kolesterol &amp; tigliserida.</p>
<p>9. Meningkatkan stamina.</p>
<p>10.Bersifat detoksifikasi, menetralkan racun.</p>
<p>11.Menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.</p>
<p>12.Menghambat tumbuhnya kanker.</p>
<p>13.Menurunkan kolesterol dalam darah.</p>
<p>14.Menyeimbangkan berat badan.</p>
<p>15.Mengurangi panas dalam dan susah buang air besar.</p>
<p>16.Menurunkan tingkat penggumpalan lemak di hati.</p>
<p>17.Mengurangi pusing / migraine.</p>
<p>18.Mengandung multivitamin, termasuk vit.C dan Beta karoten.</p>
<p>19.Membantu memulihkan dari ketergantungan obat.</p>
<p>20.Bagi Anak-anak bermanfaat mempercepat pertumbuhan OTAK, karena mengandung OMEGA-3 dan memacu pertumbuhan DHA.<br />
cara Pembuatan TEH BUNGA ROSELLA</p>
<p>Membuat Teh Rosella</p>
<p>1. Seduh 3-5 bunga rosella kering dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi merah (seperti membuat air teh).<br />
2. Tambahkan gula pasir sesuai selera.<br />
3. Mereka yang sedang berdiet, menderita batuk, atau diabetes, gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung atau gula stevia secukupnya.</p>
<p>Teh rosella dapat diminum dalam keadaan hangat atau dingin.<br />
&#8220;SAATNYA KITA KEMBALI KE ALAM&#8221;<br />
mau pesan HUB. MUHAMMAD KHOFIFI TELP. 0341 9092446 ATAU 085755064868 HARGA 1 KILO Rp 75000<br />
alamat desa ganjaran gondanglegi malang 65174 atau email khofi_mlg@yahoo.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=189&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/12/19/rosella-tanaman-obat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/11/29/konsep-pendidikan-islam/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/11/29/konsep-pendidikan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 12:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2009/11/29/konsep-pendidikan-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam menghadapi peradaban modern, yang perlu diselesaikan adalah persoalan-persoalan umum internal pendidikan Islam yaitu (1) persoalan dikotomik, (2) tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, (3) persoalan kurikulum atau materi. Ketiga persoalan ini saling interdependensi antara satu dengan lainnya. Pertama, Persolan &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/11/29/konsep-pendidikan-islam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=187&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menghadapi peradaban modern, yang perlu diselesaikan adalah persoalan-persoalan umum internal pendidikan Islam yaitu (1) persoalan dikotomik, (2) tujuan dan fungsi lembaga pendidikan Islam, (3) persoalan kurikulum atau materi. Ketiga persoalan ini saling interdependensi antara satu dengan lainnya.</p>
<p><span id="more-187"></span><br />
Pertama, Persolan dikotomik pendidikan Islam, yang merupakan persoalan lama yang belum terselesaikan sampai sekarang. Pendidikan Islam harus menuju pada integritas antara ilmu agama dan ilmu umum untuk tidak melahirkan jurang pemisah antara ilmu agama dan ilmu bukan agama. Karena, dalam pandangan seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah satu yaitu yang berasal dari Allah SWT (Suroyo, 1991 : 45).<br />
Kedua, perlu pemikiran kembali tujuan dan fungsi lembaga-lembaga pendidikan Islam (Anwar Jasin, 1985 : 15) yang ada. Memang diakui bahwa penyesuaian lembaga-lembaga pendidikan akhir-akhir ini cukup mengemberikan, artinya lembaga-lembaga pendidikan memenuhi keinginan untuk menjadikan lembaga-lembaga tersebut sebagai tempat untuk mempelajari ilmu umum dan ilmu agama serta keterampilan.<br />
Ketiga, persoalan kurikulum atau materi Pendidikan Islam, meteri pendidikan Islam &#8220;terlalu dominasi masalah-maslah yang bersifat normatif, ritual dan eskatologis. Materi disampaikan dengan semangat ortodoksi kegamaan, suatu cara dimana peserta didik dipaksa tunduk pada suatu &#8220;meta narasi&#8221; yang ada, tanpa diberi peluang untuk melakukan telaah secara kritis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=187&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/11/29/konsep-pendidikan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INKAR ASSUNNAH</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/11/09/inkar-assunnah-2/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/11/09/inkar-assunnah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 05:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2009/11/09/inkar-assunnah-2/</guid>
		<description><![CDATA[A. Definisi Inkar Sunnah Dari segi etimologi, inkar sunnah terdiri dari dua kata. inkar masdar dari انكر &#8211; ينكر &#8211; انكرا yang berarti menolak, mengingkari. sedangkan as sunnah berarti perilaku, syari’at dan hadits.ditinjau dari segi terminology, inkar sunnah adalah faham &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/11/09/inkar-assunnah-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=184&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. Definisi Inkar Sunnah<br />
Dari segi etimologi, inkar sunnah terdiri dari dua kata. inkar masdar dari انكر &#8211; ينكر &#8211; انكرا  yang berarti menolak, mengingkari. sedangkan as sunnah berarti perilaku, syari’at dan hadits.ditinjau dari segi terminology, inkar sunnah adalah faham yang menolak sunnah ( hadits) Rasulullah SAW sebaga hujjah dan sumber hukum ajaran islam yang ke dua, yang wajib ditaati dan diamalkan. golongan atau pelakunya disebut “ mungkir as sunnah”,Imam syafi’I menyatakan bahwa kelompok ini muncul dipenghujung abad kedua atau awal abad ke tiga Hijriyah.</p>
<p><span id="more-184"></span></p>
<p>B. Penyebab Inkar as Sunnah</p>
<p>Penyebab Inkar Assunnah menurut para Ilmuan dunia Meliputi:<br />
@	Kurangnya pengetahuan tentang As Sunnah<br />
@ Adanya upaya suatu kelompok tertentu untuk memurtadkan ummat islam baik dari dalam maupun dari luar agama islam<br />
@ Adanya salah tafsir terhadap hadits-hadits tertentu yang sulit di pahami maknanya</p>
<p>C. Golongan Inkar As Sunnah<br />
Orang-orang inkarsunnah sebenarnya terdiri dari tiga kelompok dengan tiga sikap yang berbeda, yaitu:</p>
<p>1. Kelompok pertama<br />
kelompok ini menolak hadits-hadits Rasulullah sebagai hujjah secara keseluruhan. Argumentasi kelompok ini dalam menolak hadits sebagai sumber kedua ajaran islam, adalah</p>
<p>a.	Al-Qur’an diturunkan Allah SWT dalam bahasa arab. dengan penguasaan bahasa arab yang baik, tanpa memerlukan bantuan penjelasan dari hadits-hadits Rasulullah SAW.</p>
<p>b. Al-Qur’an, sebagaimana disebutkan Allah SWT adalah penjelas segala sesuatu yang tersirat dalam Q.S An-Nahl ayat 89:<br />
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ<br />
Artinya : ……. Dan kami turunkan kepadamu al kitab (al qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. Hal ini berarti penjelasan al qur’an telah mencakup segala sesuatu yang diperlukan oleh ummat manusia. maka dengan demikian tidak perlu lagi penjelasan dari hadits-hadits rasulullah SAW</p>
<p>b.	Hadits-hadits Rasulllah SAW sampai kepada kita melalui proses periwayatan yang yang tidak dijamin bersih dari kekeliruan, kesalahan dan bahkan kedustaan terhadap Rasulullah SAW. Oleh karna itu nilai kebenarannya tidak menyakinkan( zanni ). karena status ke zanni an ini, maka hadits tersebut tidak dapat dijadikan sebagai penjelas (mubayyin) bagi Al Qur’an yang diyakini kebenarannya (qat’i).</p>
<p>Imam Syafi’I memberikan jawaban atas argumen-argumen kelompok inkarsunah dengan mengatakan bahwa :</p>
<p>a.	Al Qur’an sendiri dalam banyak ayatnya mengatakan bahwa ummat islam harus menjauhi larangan Allah SWT dan Rasul Nya serta mengikuti segala perintah Allah SWT dan Rasul Nya. Perintah dan larangan Rasulullah ini hanya dapat diketahui setelah ia wafat, melaui hadits-haditsnya. dengan demikian landasan utama bagi otoritas hadits-hadits sebagai hujah dan sumber ajaran islam kedua adalah ayat Al Quran sendiri.</p>
<p>b. Dengan menguasai bahasa arab, maka orang akan tahu bahwa al qur’an-lah yang memerintahkan mereka untuk mengikuti sunah Rasulullah yang diriwayatkan oleh periwayat-periwayat terpercaya (as shadiqin), hal ini terdapat dalam al qur’an surat Al Jumuah ayat 02</p>
<p>Artinya : Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,<br />
Dan Qur’an Surat Al Ahzab ayat 34.</p>
<p>c.	Al Qur’an mengandung banyak perintah atau larangan yang sifatnya umum tanpa memberikan bagaimana perincian pelaksanaannya. kalau tidak, maka hamba Allah tidak akan dapat melaksanakan perintah atau menjauhi larangan tersebut sesuai dengan kehendak Allah SWT. di sinilah hadits-hadits Rasulullah SAW berfungsi.</p>
<p>2. Kelompok Kedua<br />
Kelompok ini menolak hadits-hadits Rasulullah SAW yang kandungannya tidak disebutkan dalam al qur’an baik secara implicit maupun eksplisit. ini berarti hadits-hadits tidak punya otoritas untuk menentukan hukum baru, diluar yang disinggung Al Qur’an Argumentasi yang dikemukakan oleh kelompok kedua ini sama seperti yang dikemukakan oleh kelompok pertama, yakni bahwa Al Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu yang berhubungan dengan ajaran-ajaran Islam.<br />
Akan tetapi menyimak pada bantahan-bantahan Imam Syafi’I di atas, argumen kelompok kedua inipun akan pupus, jika dikatakan bahwa hadits-hadits itu zanni karena diproses dengan jalan zanni,maka dari sekian banyak hadits itu ada juga yang sifatnya qat’I terhadap hadits yang zanni Ini imam Syafi’I juga mengatakan bahwa tidak semua hadits yang yang zanni tersebut dapat dikatakan hujjah, kecuali kalau hadits tersebut memenuhi persyaratan shahih atau hasan. Kekeliruan dan kesalahan dalam periwayatan sebagian hadits tidak dapat dijadikan sebagai argumentasi untuk menolak otoritas hadits sebagai hujjah dan sumber ajaran islam kedua setelah Alqur’an.</p>
<p>Tokoh-tokoh inkar sunnah yang tercatat di Indonesia antara lain adalah Abdul Rahman, Moch. Irham, Sutarto, dan Lukman Saad. Kelompok ini sempat meresahkan masyarakat dan menimbulkan banyak reaksi. Atas kejadian ini maka keluarlah surat keputusan Jaksa Agung No. Kep -169/J.A/1983 tertanggal 30 September 1983 yang berisi larangan terhadap aliran inkar sunnah diseluruh wilayah  Republik Indonesia .</p>
<p>3. Kelompok Ketiga</p>
<p>Kelompok ini hanya menerima Hadits-Hadits Mutawattir sebagai hujjah dan menolak kehujjahan hadits-hadits ahad (hadits),sekalipun ada diantara hadits-hadits ahad ini memenuhi syarat-syarat shahih. Alas an utama yang mereka kemukakan adalah karna hadits-hadits ahad itu bernilai zanni (zanni al wurud = proses penukilannya tidak menyakinkan). Dengan demikian kebenaran yang datang dari Rasulullah SAW tidak dapat diyakini sebagaimana hadits mutawattir. Menurut mereka,urusan agama haruslah di dasarkan pada dalil qat’I yang disepakati kebenarannya.<br />
Dalil qat’I yang diterima semua ummat dan diyakini kebenarannya hanyalah al qur’an dan Hadits-hadits mutawattir. Alasan mereka ini karna berdasar pada QS Al Isra’ ayat 36</p>
<p>yang artinya : Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabkannya.<br />
Dan QS Al Najm Ayat 28</p>
<p>Yang Artinya “ Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.</p>
<p>Imam Syafi’I, sebagaimana ulama’ lainnya, mengakui bahwa memang hadits-hadits ahad tersebut nilainya adalah zanni, karna proses periwayatannya bisa saja mengalami kekeliruan atau kesalahan. Oleh karenanya tidak semua hadits ahad dapat diterima dan dijadikan hujjah, kecuali kalau hadits ahad tersebut memenuhi persyaratan Shahih atau hasan sehubungan dengan itu adalah keliru dan tidak benar pandangan yang menolak otoritas kehujjahan hadits-hadits ahad secara keseluruhan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=184&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/11/09/inkar-assunnah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERENCANAAN PEMBELAJARAN DENGAN PENGEMBANGAN KURIKULUM</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/10/29/perencanaan-pembelajaran-dengan-pengembangan-kurikulum/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/10/29/perencanaan-pembelajaran-dengan-pengembangan-kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 15:15:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2009/10/29/perencanaan-pembelajaran-dengan-pengembangan-kurikulum/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; &#160; A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Suatu proses pembelajaran akan dikatakan berhasil apabila diawali dengan perencanaan yang sangat matang, maka setengah keberhasilan sudah tercapai, setengahnya lagi terletak pada pelaksanaan.perencanaan pembelajaran pada mulanya merupakan suatu ide dari orang yang &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/10/29/perencanaan-pembelajaran-dengan-pengembangan-kurikulum/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=181&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>A.	PERENCANAAN PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM<br />
Suatu proses pembelajaran akan dikatakan berhasil apabila diawali dengan perencanaan yang sangat matang, maka setengah keberhasilan sudah tercapai, setengahnya lagi terletak pada pelaksanaan.perencanaan pembelajaran pada mulanya merupakan suatu ide dari orang yang merancangnya, tentang bentuk-bentuk pelaksanaan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan. Untuk mengkomunikasikan ide tersebut, biasanya dituangkan dalam bentuk perencanaan tertulis. Selanjutnya berdasarkan pelaksanaan tersebut, diwujudkan dalam pelaksanaan, yaitu dalam proses pembelajaran .</p>
<p><span id="more-181"></span></p>
<p>Untuk dapat melaksanakan tugas profesionalnya dengan baik, calon guru harus memiliki empat standar kompetensi guru, yaitu (1) kompetensi pedagogis, (2) kompetensi kepribadian, (3) kompetensi sosial, dan (4) kompetensi profesional.<br />
Perencanaan Pembelajaran  diharapkan dapat menjadi bekal para calon guru tentang berbagai aspek yang terkait kurikulum dan pembelajaran. Dalam sistem pendidikan nasional, kita mengenal tiga komponen utama, yakni (1) peserta didik, (2) guru, dan (3) kurikulum. Dalam proses belajar mengajar, ketiga komponen tersebut terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Tanpa peserta didik, guru tidak akan dapat melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa guru para siswa juga tidak akan dapat secara optimal belajar. Tapa kurikulum, guru pun tidak akan mempunyai bahan ajar yang akan diajarkan kepada peserta didik.<br />
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam silabus. Ruanglingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali  pertemuan atau lebih.perencanaan merupakan langkah yang sangat penting sebelum pelaksanaan kegiatan. Kegiatan belajar mengajar (KBM) membutuhkan perencanaan yang matang agar berjalan secara efektif. Perencanaan KBM dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau beberapa istilah lain seperti desain pembelajaran, skenario pembelajaran. RPP memuat seluruh KD, indikator yang akan dicapai, materi yang akan dipelajari, langkah pembelajaran, waktu, media dan sumber belajar serta penilaian untuk setiap KD.</p>
<p>Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar kegiatan pembelajaran berjalan sistematis dan mencapai tujuan pembelajaran, tanpa rencana pelaksanaan pembelajaran kegiatan pembelajaran di kelas biasanya tidak terarah. Oleh karena itu peserta harus mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan silabus yang disusunnya.   PAKEM<br />
Format RPP</p>
<p>Yang dimaksud pengembangan kurikulum adalah proses penyusunan kurikulum oleh pengembang kurikulum (curriculum developer) dan kegiatan yang dilakukan  agar kurikulum yang dihasilkan dapat menjadi bahan ajar dan acuan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.<br />
Secara umum, perubahan dan penyempurnaan kurikulum dilakukan setiap sepuluh tahun sekali. Perubahan kurikulum tersebut dilakukan agar kurikulum tidak ketinggalan dengan perkembangan masyarakat, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologinya. Kurikulum yang pernah diberlakukan secara nasional di Indonesia dapat dijelaskan dalam tabel sebagai berikut:</p>
<p>Tabel Kronologis Perkembangan Kurikulum di Indonesia</p>
<p>Tahun	Kurikulum	Keterangan<br />
1947	Rencana Pelajaran 1947	•	Kurikulum ini merupakan kurikulum pertama di Indonesia setelah kemerdekaan.<br />
•	Istilah kurikulum masih belum digunakan. Sementara istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran<br />
1954	Rencana Pelajaran 1954	•	Kurikulum ini masih sama dengan kurikulum sebelumnya, yaitu Rencana Pelajaran 1947<br />
1968	Kurikulum 1968	•	Kurikulum ini merupakan kurikulum terintegrasi pertama di Indonesia. Beberapa masa pelajaran, seperti Sejarah, Ilmu Bumi, dan beberapa cabang ilmu sosial mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Studies). Beberapa mata pelajaran, seperti Ilmu Hayat, Ilmu Alam, dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPS) atau yang sekarang sering disebut Sains.<br />
1975	Kurikulum 1975	•	Kurikulum ini disusun dengan kolom-kolom yang sangat rinci.<br />
1984	Kurikulum 1984	•	Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975<br />
1994	Kurikulum 1994	•	Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1984<br />
2004	Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)	•	Kurikulum ini belum diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Beberapa sekolah telah dijadikan uji coba dalam rangka proses pengembangan kurikulum ini<br />
2008	Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)	•	KBK sering disebut sebagai jiwa KTSP, karena KTSP sesungguhnya telah mengadopsi KBK. Kurikukulum ini dikembangkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan).<br />
Dinegara kita kurikulum disusun secara nasional berlaku untuk semua sekolah yang ada pada tingkatan yang sama, kurikulum SD misalnya, berlaku utuk semua sekolah dasar di Indonesia, demikian pula kurikulum SMPO, SMA,SMK dan sebaginya. Jadi sifat kurikulum itu sendiri univerasal, berlaku umum disekolah-sekolah formal.<br />
Semua program belajar siswa yang ada dalam kurikulum disusun oleh suatu tim nasional. Tim ini mengolah berbagai materi masukan dari berbagai pihak, disesuaikan dengan tuntutan masyarakat. Perwujudan aspirasi tentang pembinaan siswa melalui lembaga pendidikan formal itu dituangkan dalam kurikulum.</p>
<p>B.	PANDANGAN TENTANG KURIKULUM DAN KAITANNYA DENGAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN</p>
<p>Para pakar kurikulum telah mencoba untuk mendefinisikan kurikulum. Dari sekian banyak definisi tersebut dalam modul ini akan dikemukakan beberapa definisi.<br />
a.	Dalam Kurikulum, buku pertama diterbitkan pada subjek, tahun 1918, John Franklin Bobbitt mengatakan bahwa, kurikulum adalah arena rekayasa sosial. Per-nya praduga dan sosial budaya definisi, perumusan kurikuler-nya memiliki dua fitur utama: (i) bahwa ahli ilmiah terbaik akan memenuhi syarat untuk dan dibenarkan dalam merancang kurikulum berdasarkan pengetahuan para ahli mereka sifat-sifat apa yang diinginkan orang dewasa anggota masyarakat, dan yang pengalaman akan menghasilkan kualitas kata, dan (ii) kurikulum didefinisikan sebagai perbuatan-pengalaman siswa seharusnya menjadi dewasa dia seharusnya menjadi.<br />
b.	Oleh karena itu, ia mendefinisikan kurikulum sebagai ideal, dan bukan sebagai realitas konkret perbuatan dan pengalaman yang membentuk orang untuk siapa dan apa yang mereka.<br />
c.	Contemporary dilihat dari kurikulum menolak ciri Bobbitt Postulat, tapi mempertahankan dasar kurikulum sebagai pengalaman saja (s) yang membentuk manusia dalam kepada orang-orang. Pembentukan pribadi melalui kurikulum yang dipelajari pada tingkat pribadi dan pada tingkat kelompok, yaitu budaya dan masyarakat (misalnya pembentukan profesional, disiplin akademis melalui pengalaman sejarah). Pembentukan kelompok timbal-balik, dengan pembentukan dari masing-masing peserta.<br />
d.	Meskipun secara resmi muncul di Bobbitt definisi, kurikulum sebagai rangkaian pengalaman formatif juga meliputi karya John Dewey (yang tidak sependapat dengan Bobbitt pada masalah-masalah penting). Meskipun Bobbitt&#8217;s dan Dewey&#8217;s idealis pemahaman tentang &#8220;kurikulum&#8221; berbeda dari arus, Pembatasan penggunaan kata, penulis dan peneliti kurikulum umumnya berbagi sebagai Common, pemahaman substantif kurikulum.<br />
e.	Dalam pendidikan formal atau persekolahan (bdk. pendidikan), kurikulum adalah seperangkat mata kuliah, tentu saja bekerja, dan konten yang ditawarkan di sekolah atau universitas. Sebuah kurikulum mungkin sebagian atau seluruhnya ditentukan oleh eksternal, badan otoritatif (yaitu Kurikulum Nasional untuk Inggris di sekolah-sekolah bahasa Inggris). Di AS, setiap negara, dengan individu distrik sekolah, menetapkan kurikulum yang diajarkan. Setiap negara, bagaimanapun, membangun kurikulumnya dengan partisipasi yang besar dari kelompok mata pelajaran akademis nasional dipilih oleh Amerika Serikat Departemen Pendidikan, misalnya Dewan Nasional Guru Matematika (NCTM) untuk pengajaran matematika. Di Australia setiap negara menetapkan kurikulum Departemen Pendidikan. UNESCO Biro Pendidikan Internasional memiliki misi utama mempelajari kurikulum dan pelaksanaannya di seluruh dunia.<br />
f.	 Kurikulum berarti dua hal: (i) berbagai program studi dari mana siswa memilih apa materi untuk belajar, dan (ii) program pembelajaran tertentu. Dalam kasus terakhir, kurikulum kolektif menggambarkan pengajaran, pembelajaran, dan bahan-bahan penilaian yang tersedia untuk suatu program studi.<br />
g.	Edward A. Krug mendefinisikan kurikulum sebagai berikut. &#8220;Sebuah kurikulum terdiri dari sarana yang digunakan untuk mencapai atau melaksanakan tujuan yang diberikan sekolah&#8221;.</p>
<p>C.	ORGANISASI KURKULUM</p>
<p>Istilah kurikulum mempunyai berbagai macam arti jika kita telusuri maka akan kita kenal berbagai macam kurikulum ditinjau dari berbagai aspek:<br />
•	Ditinjau dari konsep dan pelaksanaannya, kita mengenal beberapa istilah kurikulum sebagai berikut:<br />
1.	Kurikulum ideal, yaitu kurikulum yang berisi sesuatu yang ideal, sesuatu yang dicita-citakan sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen kurikulum<br />
2.	Kurikulum aktual, yaitu kurikulum yang dilaksanakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Kenyataan pada umumnya memang jauh berbeda dengan harapan. Namun demikian, kurikulum aktual seharusnya mendekati dengan kurikulum ideal. Kurikulum dan pengajaran merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Kurikulum merujuk kepada bahan ajar yang telah direncanakan yang akan dilaksanakan dalam jangka panjang. Sedang pengajaran merujuk kepada pelaksanaan kurikulum tersebut secara bertahap dalam belajar mengajar.<br />
3.	Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), yaitu segala sesuatu yang terjadi pada saat pelaksanaan kurikulum ideal menjadi kurikulum faktual. Segala sesuatu itu bisa berupa pengaruh guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, atau bahkan dari peserta didik itu sendiri. Kebiasaan guru datang tepat waktu ketika mengajar di kelas, sebagai contoh, akan menjadi kurikulum tersembunyi yang akan berpengaruh kepada pembentukan kepribadian peserta didik.</p>
<p>•	Berdasarkan struktur dan materi mata pelajaran yang diajarkan, kita dapat membedakan:<br />
1.	Kurikulum terpisah-pisah (separated curriculum), kurikulum yang mata pelajarannya dirancang untuk diberikan secara terpisah-pisah. Misalnya, mata pelajaran sejarah diberikan terpisah dengan mata pelajaran geografi, dan seterusnya.<br />
2.	Kurikulum terpadu (integrated curriculum), kurikulum yang bahan ajarnya diberikan secara terpadu. Misalnya Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan fusi dari beberapa mata pelajaran sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, dan sebagainya. Dalam proses pembelajaran dikenal dengan pembelajaran tematik yang diberikan di kelas rendah Sekolah Dasar. Mata pelajaran matematika, sains, bahasa Indonesia, dan beberapa mata pelajaran lain diberikan dalam satu tema tertentu.<br />
3.	Kurikulum terkorelasi (corelated curriculum), kurikulum yang bahan ajarnya dirancang dan disajikan secara terkorelasi dengan bahan ajar yang lain.</p>
<p>•	Berdasarkan pengembangnya dan penggunaannya, kurikulum dapat dibedakan menjadi:<br />
1.	Kurikulum nasional (national curriculum), yakni kurikulum yang disusun oleh tim pengembang tingkat nasional dan digunakan secara nasional.<br />
2.	Kurikulum negara bagian (state curriculum), yakni kurikulum yang disusun oleh masing-masing negara bagian, misalnya di masing-masing negara bagian di Amerika Serikat.<br />
Kurikulum sekolah (school curriculum), yakni kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan sekolah. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum sekolah. Kurikulum sekolah lahir dari keinginan untuk melakukan diferensiasi dalam kurikulum.</p>
<p>D.	KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)</p>
<p>Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20/2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada standar isi (SI) dan standar kelulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam UU 20/2003 dan PP 19/2005<br />
1.	Definisi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan<br />
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.<br />
Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)  adalah kurikulum operasional  yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.</p>
<p>2.	Konsep Dasar KTSP</p>
<p>Konsep dasar KTSP meliputi 3 (tiga) aspek yang saling terkait, yaitu (a) kegiatan pembelajaran, (b) penilaian, dan (c) pengelolaan kurikulum berbasis sekolah.</p>
<p>Kegiatan pembelajaran dalam KTSP mempunyai karakteristik sebagai berikut:</p>
<p>a.	Berpusat pada peserta didik<br />
b.	Mengembangkan kreativitas<br />
c.	Menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang<br />
d.	Kontekstual<br />
e.	Menyediakan pengalaman belajar yang beragam<br />
f.	Belajar melalui berbuat</p>
<p>3.	Penilaian dalam KTSP mempunyai karakteristik</p>
<p>a.	   Dilakukan oleh  guru untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi yang    ditetapkan, bersifat internal, bagian dari pembelajaran, dan sebagai bahan untuk peningkatan mutu hasil belajar;<br />
b.	Berorientasi pada kompetensi, mengacu pada patokan, ketuntasan belajar, dilakukan melalui berbagai cara, yaitu (a) portfolios (kumpulan kerja siswa), (b) products (hasil karya), (c) projects (penugasan), (d) performances (unjuk kerja), dan (e) paper &amp; pen test (tes tulis).</p>
<p>4.	Landasan KTSP</p>
<p>a.	 UU Nomor20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional<br />
b.	PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan<br />
c.	Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi<br />
d.	Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan<br />
e.	Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 dan Nomor 6 Tahun 2007 tentang pelaksanaan Permendiknas  Nomor 22 dan 23/2006<br />
f.	Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan</p>
<p>5.	Prinsip Pengembangan KTSP</p>
<p>Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.</p>
<p>6.	Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan</p>
<p>a.	Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.</p>
<p>Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.</p>
<p>b. 	Beragam dan Terpadu</p>
<p>Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.</p>
<p>c. 	Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni</p>
<p>Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.</p>
<p>d. 	Relevan dengan kebutuhan kehidupan</p>
<p>Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.</p>
<p>e. 	Menyeluruh dan berkesinambungan</p>
<p>Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.</p>
<p>f. 	Belajar Seumur Hidup<br />
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.</p>
<p>g. 	Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan Daerah</p>
<p>Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>7.	Acuan Operasional Penyusunan KTSP</p>
<p>a.	Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia<br />
b.	Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik<br />
c.	Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan<br />
d.	Tuntutan pembangunan daerah dan nasional<br />
e.	Tuntutan dunia kerja<br />
f.	Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni<br />
g.	Agama<br />
h.	Dinamika perkembangan global<br />
i.	Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan<br />
j.	Kondisi sosial budaya masyarakat setempat<br />
k.	Kesetaraan gender<br />
l.	 Karakteristik satuan pendidikan</p>
<p>8.	Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan<br />
Tujuan ini mengacu pada tujuab umum pendidikan diantaranya :<br />
a.	Tujuan pendidikan dasar<br />
Tujuan pendidikan ini meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia dan keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut<br />
b.	Tujuan pendidikan menengah<br />
Tujuan pendidikan ini meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia dan keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut<br />
c.	Tujuan pendidikan menengah kejuruan<br />
Tujuan pendidikan ini meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlaq mulia dan keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut</p>
<p>REFERENSI<br />
1.	McNeil, John. 1985. Curriculum, A Comprehensive Introduction. Boston: Little, Brown and Company.<br />
2.	Oemar Hamalik. 1995. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.<br />
3.	Suparlan. 2004. Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dari Konsepsi Ke Implentasi. Yogyakarta: Hikayat Publishing.<br />
4.	Suparlan. 2005. Menjadi Guru Efektif. Yogyakarta: Hikayat Publishing.<br />
5.	Widiastono, Tonny D. Pendidikan Manusia Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.<br />
6.	Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia II. 1994. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.<br />
7.	Rochman Natawidjaja (Ed). 1979. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum, Alat Peraga, dan Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=181&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/10/29/perencanaan-pembelajaran-dengan-pengembangan-kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENCAIRAN DANA FUNGSIONAL KAB. MALANG</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/09/10/178/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/09/10/178/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 13:20:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Malang, 11/9/2009  Koordinator Badan Pekerja MCW Zia Ulhaq, hari ini, mengakui, pihaknya akan mendampingi pencairan dana TF bagi guru-guru madrasah. Pencairan tunjangan fungsional (TF) bagi guru madrasah dan berstatus non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Departemen Agama (Depag) Kabupaten &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/09/10/178/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=178&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/Users/khofifi/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /> <img src="/Users/khofifi/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /> Malang, 11/9/2009  Koordinator Badan Pekerja MCW Zia Ulhaq, hari ini, mengakui, pihaknya akan mendampingi pencairan dana TF bagi guru-guru madrasah. Pencairan tunjangan fungsional (TF) bagi guru madrasah dan berstatus non pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Departemen Agama (Depag) Kabupaten Malang, Jawa Timur, dikawal oleh Malang Corruption Watch (MCW).<br />
<span id="more-178"></span><br />
Ia menegaskan, tunjangan dalam bentuk apapun termasuk fungsional guru tidak boleh dipotong dengan alasan apapun. Jika pemotongan tetap terjadi, maka dikategorikan pelanggaran hukum yang sangat serius dan tergolong korupsi dan para penegak hukum harus memrosesnya hingga tuntas agar ke depan tidak meresahkan para guru madrasah non PNS tersebut. &#8220;Selain mengawal secara langsung, kami juga membuka pos pengaduan dan `hotline` 24 jam dinomor telepon (0341)-7343098. Jika ada pengaduan atau penyimpangan seperti sebelumnya berupa pungutan liar, kami siap mendampingi para guru tersebut hingga ke proses hukum,&#8221; tegas Zia.</p>
<p>Menurut dia, selama ini gaji guru madrasah non PNS masih belum sebanding dengan pengabdiannya untuk mencerdaskan dan mendidik anak-anak bangsa.</p>
<p>&#8220;Gaji sudah kecil masih saja ada yang tega melakukan pungutan sebagai upeti,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sebelumnya, Kepala Depag Kabupaten Malang Mustain mengatakan, sebanyak 6.978 orang guru madrasah non PNS mulai dari madrasah ibtidaiyah hingga aliyah menerima tunjangan fungsional.</p>
<p>Sejumlah 6.978 guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kantor Departemen Agama Kabupaten Malang menerima tunjangan fungsional (TF). Setiap bulan, para guru tingkat Madrasah Ibtidiyah sampai Madrasah Aliyah akan mendapat TF Rp 250 Ribu. Dana tersebut akan dirapel enam bulan sekali dan dikirim ke rekening masing-masing guru.</p>
<p>Kepala Kantor Depag Kabupaten Malang, Mustain mengatakan, nominal TF tahun ini lebih besar ketimbang nominal TF tahun lalu Rp 200 Ribu. Tahun ini, bila dihitung per bulan, Depag akan mencairkan TF sebesar Rp 1,7 Miliar atau lebih dari Rp 20 Miliar selama setahun. Mustain berjanji tidak akan ada pemotongan TF bagi seluruh guru penerima.</p>
<p>“Kita transfer ke rekening setiap guru, hari ini mulai dicairkan, ini untuk meningkatkan kesejahteraan guru swasta,” kata Musta’in, kemarin.</p>
<p>Musta’in menambahkan bakal memberi sanksi tegas bila ada pihak tertentu dari lingkungan Depag yang melakukan pemotongan. Baik bagi pelaku pemotongan dari Kelompok Kerja Madrasah atau dari pimpinan madrasah tempat mengajar guru yang bersangkutan.</p>
<p>”Tidak ada sekarang. Kalau ada, silahkan guru laporkan ke saya. Akan saya tindak lanjuti,” katanya meyakinkan.</p>
<p>Bila dihitung, setiap guru madrasah bakal menerima TF Rp1.500.000, tentu saja masih dipotong pajak penghasilan lima persen atau Rp75 Ribu tiap guru. Sampai kemarin, para guru masih melengkapi syarat administrasi, salah satunya memiliki nomor rekening BRI.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=178&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/09/10/178/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AL FAQRU DALAM PERSEPEKTIF ILMU TASAWWUF</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/06/19/al-faqru-dalam-persepektif-ilmu-tasawwuf/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/06/19/al-faqru-dalam-persepektif-ilmu-tasawwuf/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 12:14:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2009/06/19/al-faqru-dalam-persepektif-ilmu-tasawwuf/</guid>
		<description><![CDATA[A. DEFINISI FAQIR 1. IMAM GHOZALI Al-Ghazali dalam kitabnya banyak menyetir hadits-hadits yang bagi penulis tidak jelas perowinya, menunjukkan keutamaan-keutamaan orang fakir. Seperti dalam hadits yang ada dalam buku berjudul ‘RINGKASAN IHYA’ UMULUDDIN AL-ghazali’ tertulis bahwa ada sebuah hadis dari &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/06/19/al-faqru-dalam-persepektif-ilmu-tasawwuf/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=176&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>A. DEFINISI FAQIR<br />
1.	 IMAM GHOZALI<br />
Al-Ghazali dalam kitabnya banyak menyetir hadits-hadits yang bagi penulis tidak jelas perowinya, menunjukkan keutamaan-keutamaan orang fakir. Seperti dalam hadits yang ada dalam buku berjudul ‘RINGKASAN IHYA’ UMULUDDIN AL-ghazali’ tertulis bahwa ada sebuah hadis dari<br />
Haids dari Imran bin Husain diriwayatkan oleh Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,</p>
<p><span id="more-176"></span></p>
<p>‘ Sesungguhnya Allah menyintai orang fakir yang menjaga kehormatan diri, yang menjadi bapak keluarga.’<br />
Dalam hadis lain Rasulullah saw juga bersabda,’ orang-orang fakir dari umatku masuk surga sebelum orang-orang kaya dari mereka dengan selisih waktu lima ratus tahun.’<br />
Diriwayatkan oleh At-Turmidzi dari Abu Umamah bahwa Rasulullah menceritakan pengalamannya bertemu dengan malaikat Jibril. Malaikat Jibril berkata kepada Rasulullah saw,’ wahai Muhammad, sesungguhnya Allah swt menyampaikan salam kepadamu. Dia berfirman : apakah engkau menginginkan jika Aku menjadikan gunung sebagai emas dan selalu bersamamu ?’ Rasulullah menjawab,’ sesunggunya dunia hanyalah kampung bagi orang yang tidak memiliki harta dan harta hanya dikumpulkan bagi orang-orang yang tidak mempunyai akal,’ Jibril a.s berkata, ‘wahai Muhammad, semoga Allah meneguhkan engkau dengan kalimat yang teguh ( hikmah ).’<br />
Dalam hadis lain disebutkan,’ para nabi yang paling akhir masuk surga adalah Sulaiman putra Dawud as karena kedudukan kerajaannya. Dan sahabatku yang paling akhir masuk surga adalah Abdurrrahman bin Auf karena harta kekayaannya.’<br />
Orang-orang fakir yang ikhlas dan tak berkeluh kesah menghadapi keadaannya adalah manusia yang paling utama. Ia tenang dan qanaah dari apa yang diterimanya atas karunia Allah. Karena itu Rasulullah saw bersabda,’berbahagialah orang yang mendapatkan petunjuk kepada Islam dan kehidupannya merasa cukup (tidak menjadi beban orang lain) dan puas apa yang ada.<br />
Rasulullah saw bersabda,’wahai golongan orang-orang yang fakir, berikanlah keridhaan dari hati kamu kepada Allah pasti kamu akan mendapatkan kebahagiaan dengan pahala kefakiran. Apabila tidak kamu tidak memperolehnya.’<br />
Orang fakir yang qanaah dan ikhlas akan mendapatkan pahala. Sedangkan fakir yang rakus sama sekali tidak mendapatkan pahala dari kemiskinannya itu. Diterangkan bahwa orang-orang fakir yang sabar akan duduk berkumpul dan dekat dengan Allah di hari kiamat. Rasulullah saw bersabda,’ sesungguhnya setiap sesuatu itu mempunyai kunci. Adapun kunci surga adalah menyintai orang-orang miskin dan orang-orang fakir, karena kesabaran mereka. Mereka adalah orang-orang yang duduk berkumpul dekat Allah pada hari kiamat.<br />
2. JUNAIDI AL BAGHDADI<br />
Junaid Al Baghdadi mengatakan, “Wahai kaum fakir, kau dikenal melalui Allah dan dihormati demi Allah. Jagalah perilakumu bilamana kau sendirian dengan-Nya. Serendah-rendah manusia adalah dia yang dianggap taat kepada Allah, namun sebenarnya tidak. Sedangkan manusia yang paling mulia adalah dia yang tidak dianggap taat kepada Allah, namun sesungguhnya dia taat.<br />
Dengan makna hakiki kefakiran di ataslah dapat kita renungkan hadits Nabi saw. berikut,”Ya Tuhanku, hidupkanlah aku dalam kefakiran, dan matikanlah aku dalam kefakiran, dan bangkit dari kematian di antara kaum fakir.”<br />
3 HAMZAH FAZURI<br />
Uraian tentang faqir sebagai salah satu konsep kunci tasawuf bertalian dengan maqamat, terutama sekali gambarannya secara simbolik, dijumpai banyak sekali dalam syair-syair Hamzah Fansuri. Kata-kata faqir bahkan dijadikan penanda kesufian atau kepengarangan, sering pula ditamsilkan sebagai anak dagang atau anak jamu (orang yang bertamu). Penamsilan ini diambil dari al-Qur’ an dan Hadis, dan memiliki kontek sejarah, khususnya sejarah  penyebaran Islam  di kepulauan Nusantara.<br />
Arti kata dagang dalam bahasa Melayu pada mulanya ialah merantau ke tempat lain dan menjadi orang asing di tempat tinggalnya yang baru. Kata-kata ini diterjemahkan dari kata Arab gharib (asing) dan selalu dirujuk pada Hadis,  ”Kun fi al-dunya ka’annaka gharibun aw ’abiru sablin wa `udhdha nafsahu min ashabi al-qubur” (”Jadilah orang asing atau dagang di dunia ini, singgahlah sementara dalam perjalananmu, dan ingatlah akan azhab kubur.”)<br />
Begitu pula pengertian faqir. Dalam tasawuf ia diartikan sebagai pribadi yang tidak lagi terpaut pada dunia. Keterpautannya semata-mata ke pada Tuhan. Dua ayat al-Qur`an yang dijadikan rujukan,Yaitu<br />
Al BAqarah  Ayat 268<br />
الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا											 وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ<br />
Artinya : Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.<br />
dan Q Al FATHIR Ayat 15.<br />
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ</p>
<p>Artinya  ”Hai manusia ! Kamulah yang memerlukan (fuqara’) Allah. Sedangkan Allah, Dialah yang maha kaya lagi maha terpuji.”<br />
Jelaslah bahwa  yang dimaksud faqir bukanlah orang miskin dalam artian harfiah. Ibn Abu `Ishaq al-Kalabadhi dalam bukunya al-Ta`arruf li Madzzhabi ahl al-Tashawwuf )abad ke-11 M) mengutip  Ibn al-Jalla  yang mengatakan, ’Kefaqiran ialah bahwa tiada sesuatu pun yang menjadi milikmu, atau jika memang ada sesuatu, itu tidak boleh menjadi milikmu’. Ini sejalan dengan firman Tuhan, ’Sedangkan mereka lebih mengutamakan kepentingan orang banyak, dibanding semata-mata kepentingan mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesukaran’” (Arberry 1976:118).</p>
<p>4. Ali Uthman al-Hujwiri<br />
Dalam kitabnya Kasyf al-Mahjub,  mengutip seorang sufi yang mengatakan, ”Laysa al-faqr man khala min al-zad, inna-ma al-faqr man khala min al-murad, yakni ’Faqir bukan orang yang tak punya rezeki/penghasilan, melainkan yang pembawaan dirinya hampa dari nafsu rendah’.” Dia juga mengutip Syekh Ruwaym, ”Min na`t al-faqr hifzzhu sirrihi wa syanatu nafsihi wa ada’u fazi dhatihi’, yakni ’Ciri faqir ialah hatinya terlindung dari kepentingan diri, dan jiwanya terjaga dari kecemaran serta tetap melaksanakan kewajiban agama.” (Nicholson 1982:35).<br />
B. KEFAQIRAN HAKIKI.<br />
Kefakiran mempunyai bentuk (rasm) dan hakikat. Bentuknya adalah kemiskinan, sedangkan hakikatnya adalah keberuntungan dan pilihan bebas. Dia yang memandang bentuk, bertumpu pada bentuk, dan karena gagal mencapai sasarannya, lari dari hakikat. Namun, dia yang menemukan hakikat, mencegah pandangannya dari semua ciptaan, dan dalam peniadaan segala selain-Nya dengan sempurna. Karena hanya dengan memandang kepada Yang Maha Esa, maka dia menuju hidup yang kekal.<br />
Nabi saw. dalam salah satu riwayat bersabda, “Pada Hari Kebangkitan, Allah akan berkata, ‘Bawalah olehmu orang-orang yang Kucintai mendekat kepada-Ku’; kemudian malaikat-malaikat akan berkata,’Siapakah orang-orang yang Kau cintai?’ Allah pun menjawab,’Orang-orang fakir dan yang tak punya’.”<br />
Dalam pandangan Farid Al-Din ‘Aththar, kefakiran merupakan rangkaian tahapan dari perjalanan spiritual seorang mu’min. Tahapan tersebut adalah thalab (pencarian), ‘isyq (cinta), ma’rifah (pengenalan), istighna’ (merasa puas), faqr (kefakiran) dan fana’ (lebur). Pembahasan tentang selain kefakiran dan merasa puas bukanlah tujuan dari tulisan ini, sehingga tidak akan kita perpanjang di sini.<br />
C. SIFAT ORANG-FAQIR<br />
Al Quran menggambarkan sifat orang fakir ini sebagai berikut,<br />
لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الأرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ<br />
Artinya : (Berinfaklah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah 2: 273)<br />
Abul Al Hasan Nuri, sebagaimana dikutip oleh Al Hujwiri dalam Kasyful Mahjub menggambarkan ciri seorang yang fakir adalah bilamana dia tidak memperoleh apa pun, dia diam; dan bilamana dia memperolah sesuatu, dia memandang orang lain lebih berhak memperolehnya dari pada dirinya, sehingga karenanya dia mudah memberikannya.<br />
Pada prakteknya hal ini mengandung makna yang penting, yaitu pertama, ketawakalannya bila tidak memperoleh sesuatu dia ridha, dan bila memperoleh sesuatu adalah cinta, karena “ridha” berarti “menerima jubah kehormatan”. Jubah kehormatan adalah tanda kedekatan, sedangkan pencinta menolak jubah kehormatan karena hal itu merupakan tanda pemisahan.<br />
Kedua, ketawakalannya, bila tidak memperoleh sesuatu, adalah berharap; dan bila memperoleh sesuatu adalah menolaknya. Bila sesuatu yang diharapkan tersebut adalah “selain Allah” maka ditolaknya, juga bila sesuatu yang diperolehnya adalah “selain Allah” maka diapun menolaknya.<br />
Sifat utama faqir adalah wawasan dan pengetahuannya yang luas, moralnya terpuji, hatinya senantiasa berkobar disebabkan bara cinta ilahi, hatinya wara` dan zuhud. Selain Nabi, pribadi seperti itu dijumpai dalam diri Ali bin Abi Thalib. Iqbal memberi contoh kefakiran Imam Ali tatkala beliau memimpin pasukan Islam merebut bukit Khaibar dari pendudukan kaum Yahudi. Kemenangan pasukan Islam ketika itu bukan semata disebabkan kekuatan ekonomi dan pemilikan senjata,  melainkan disebabkan oleh tingginya moral dan ketangguhan spiritual<br />
Dalam gagasan ini seorang faqir adalah pribadi wara` dan zuhud. Dalam mengerjakan sesuatu tidak pernah dibebani pamrih dan kepentingan diri. Kezuhudannya juga tidak membuatnya benci kepada dunia. Faqr semacam itu bisa kita jumpai dalam pribadi-pribadi besar seperti Imam Husein, Salahudin al-Ayubi, Jalaluddin Rumi, Hamzah Fansuri, Pangeran Diponegoro dan Ayatullah Khomeini.<br />
Kesimpulan</p>
<p>Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa fakir itu adalah orang yang tidak memiliki harta sama sekali. Kemudian Imam Al-Ghazali mengkasifikasikan hakikat fakir itu dan memberinya masing-masing nama ;<br />
Hal yang pertama, adalah jika orang itu diberi harta, orang itu tidak menyukainya dan orang itu merasa tersiksa dengan harta tersebut. Maka orang itu disebut zuhud<br />
Hal yang kedua, ialah orang tersebut tidak menyukai harta walaupun orang itu berhasil memperoleh harta tersebut dengan penuh kesenangan. Tapi orang tersebut tidak membenci dengan harta yang diperolhnya itu, maka ia disebut rela<br />
Hal yang ketiga, yaitu orang tersebut diberi harta namun tidak sampai harta tersebut menggerakkan orang itu untuk mencarinya, tapi orang itu tetap mau mengambilnya.maka sifat itu disebut qona’ah.<br />
Hal yang keempat, orang tersebut lemah dalam mencari harta namun ia tetap mau mencarinya walupun dengan bersusah payah, hanya karena kerakusannya. Orang ini disebut rakus harta.<br />
Hal yang kelima, orang tersebut tidak memiliki harta sama sekali kalaupun ada orang tersebut masih saja dibilang telanjang kalaupun memakai pakaian. Maka orang itu disebut ‘terpaksa’ ( Drs. H. Moh. Zuhri, Dipl, TAFL, Ihya’ Ulumuddin Jilid VIII (Imam Al-Ghazali), Semarang : CV. ASY-SYIFA’, 2003 )hal 127-128.</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
-	Ihya’ Ulumuddin Jilid VIII (Imam Al-Ghazali), Semarang : CV. ASY-SYIFA’, 2003 )<br />
-	http://slendangwetan29.blogspot.com/2008/12/kajian-teks-tentang-ihy-umuluddin-bab.html<br />
-	 http://serambitashawwuf.blogsome.com/2008/03/24/faqir-dan-ghaniy/trackback/<br />
-	Drs. H. Moh. Zuhri, Dipl, TAFL, Ihya’ Ulumuddin Jilid VIII (Imam Al-Ghazali), Semarang : CV. ASY-SYIFA’, 2003 )hal 127-128.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=176&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/06/19/al-faqru-dalam-persepektif-ilmu-tasawwuf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISTISHAB</title>
		<link>http://khofif.wordpress.com/2009/05/13/istishab/</link>
		<comments>http://khofif.wordpress.com/2009/05/13/istishab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 05:30:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khofif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khofif.wordpress.com/2009/05/13/istishab/</guid>
		<description><![CDATA[Istishab: berarti Istishab sastra masa atau persahabatan. Dalam al-Usul »Iman, Istishab dugaan adanya sarana atau non-keberadaan fakta. Dapat digunakan karena ketiadaan bukti lainnya (Dalil). Telah divalidasi oleh seorang anggota ulama besar, walaupun tidak semua. Dalam ertikata positif, sebuah lanjutan dari &#8230; <a href="http://khofif.wordpress.com/2009/05/13/istishab/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=173&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istishab: berarti Istishab sastra masa atau persahabatan. Dalam al-Usul »Iman, Istishab dugaan adanya sarana atau non-keberadaan fakta. Dapat digunakan karena ketiadaan bukti lainnya (Dalil).</p>
<p>Telah divalidasi oleh seorang anggota ulama besar, walaupun tidak semua. Dalam ertikata positif, sebuah lanjutan dari Istishab disangka fakta (perkawinan atau transfer kepemilikan) sampai&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p><span id="more-173"></span>bertentangan ketentuan. Namun, lanjutan dari yang sebenarnya tidak akan membuktikan, jika kontrak tersebut sementara alam (misalnya, Ijara atau sewa). Istishab juga presumes lanjutan dari negatif.</p>
<p>Karena dasar dalam kemungkinan, tidak Istishab tanah yang kuat untuk pemotongan dari aturan Shariah. Oleh karena itu ketika datang dalam konflik dengan bukti lain (Dalil), yang kedua menjadi prioritas. Istishab adalah dari empat jenis:</p>
<p>1. Dugaan asli ketiadaan (adam Istishab Al-Al-asli) yang berarti fakta atau aturan yang belum ada di masa lalu dianggap tidak ada.<br />
2. Dugaan dari awal kehadiran (Istishab Al-Wujud Al-asli). Ini berarti bahwa kehadiran yang ditunjukkan oleh hukum atau alasan yang diambil adalah untuk diberikan. Sebagai contoh, suami yang bertanggung jawab untuk membayar &#8220;Mohr&#8221; berdasarkan adanya perkawinan yang sah.<br />
3. Istishab al-hukm yang presumes keberlangsungan aturan umum dan prinsip-prinsip hukum. Misalnya ketika ada memerintah dalam hukum (baik yg menjadi penghalang atau wajib), maka willl disangka untuk melanjutkan.<br />
4. Istishab al-wasf (kontinuitas dari atribut) berarti atribut dari kontinuitas disangka sampai bertentangan dibuat (sebagai contoh, air bersih akan terus, diperlakukan sebagai air bersih). Silakan lihat contoh lainnya dalam buku teks.</p>
<p>Usul dari Ulama yang berada dalam perjanjian umum pada tiga jenis Istishab. Ada lagi cedera pada keempat.</p>
<p>Beberapa hukum penting maxims telah didirikan pada Istishab, seperti:</p>
<p>1. Pasti tidak dapat diragukan oleh disproved (Al-Yaqin yang Yazul bil Shakk).<br />
2. Dugaan asli kebebasan dari tanggung jawab (Al-Bara&#8217;ah dhimmah al-asliyyah).</p>
<p>Hasan Turabi, ahli hukum yang terkenal, memiliki makna yang disorot dari Istishab dalam bukunya &#8220;al-Usul Tajdeed» Iman Al-Islami. &#8221; Ia berpikir bahwa ia memiliki potensi termasuk di dalam lingkup konsep alam Keadilan dan menyetujui adat dan adat istiadat masyarakat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khofif.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khofif.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khofif.wordpress.com&amp;blog=5918637&amp;post=173&amp;subd=khofif&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khofif.wordpress.com/2009/05/13/istishab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/343c0c338a91f448cd8ef484d9f776ea?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">khofif</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
