ILMU FILSAFAT

PENDAPAT IBNU MASKAWAIH TENTANG ILMU FILSAFAT

A. Riwayat Hidup

Nama lengkapnya adalah Abu Ali Al-Khasim Ahamad bin Ya’qub bin Maskawaih. Gelar Maskawaih diambil dari nama kakeknya yang semula beragama Majusi kemudian masuk Islam. Maskawaih dilahirkan di Ray (Sekarang Teheran). Yang dialahirkan pada tahun 320 H atau 932 M. Maskawaih ini hidup pada masa pemerintahan Bani Abbas yang berada di bawah pengaruh Buawaih yang beraliran Syiah.

B. Riwayat Pendidikan Maskawaih

Riwayat pendidikan maskawaih tidak diketahui dengan jelas. Ahmad amin memberikan memberikan gambaran pendidikan anak pada zaman ‘abbasiyah bahwa pada umumnya anak-anak bermula dengan belajar membaca, menulis, mempelajari Al Qur’an dasar-dasar bahasa arab ,tata bahasa arab (nahwu) dan ‘arudh ( ilmu membaca dan membuat syair ). Diduga Maskawaih pun mengalami pendidikan semacam itu pada masa mudanya, perkembangan ilmu maskawaih terutama sekali diperoleh dengan jalan banyak membaca buku, terutama di saat memperoleh kepercayaan menguasai perpustakaan Ibnu Al ‘Amid, Menteri Rukn Al-Daulah, juga akhirnya memperoleh kepercayaan sebagai bendaharawan “Adhud Al Daulah .

C. Pemikiran filsawat maskawaih tentang :

a. Hikmah dan Falsafah

Maskawaih membedakan antara pengertian hikmah (kebijaksaan)dan falsafah (filsafat). Menurutnya hikmah adalah keutamaan jiwa yang cerdas (Aqilah) yang mampu membeda-bedakan (mumayyiz). Sedangkan mengenai filsafat maskawaih tidak memberikan secara tegas ia hanya membagi bagian filsafat menjadi dua bagian yaitu bagian teori dan bagian praktis. Bagian teori merupakan kesempurnaan manusia yang mengisi potensinya untuk dapat mengetahui sesuatu hingga dengan kesempurnaan ilmunya itu pikirannya benar, kenyakinannya benar dan tidak ragu-ragu terhadap kebenaran. Sedangkan bagian praktis merupakan kesempurnaan manusia yang mengisi potensinya untuk dapat melakukan kegiatan-kegiatan moral. Akhir dari kesempurnaan moral adalah sampai dapat mengatur ubungan antar sesama manusia hingga tercipta kebahagian hidup bersama.
b. Metafisika

Metafisika maskawaih mencakup pembahasan tentang bukti adanya tuhan pencipta,jiwa dan kenabian. Secara lengkap metafisika maskawaih ditungkan dalam kitabnya Al Fauz Al Ashghar.

1. Bukti-bukti adanya Tuhan

Untuk membuktikan adnya tuhan pencipta, dari satu segi dapat dikatakan mudah tapi dari segi lain dapat dikatakan sukar. Membuktikan adanya tuhan Tuhan Pencipta adalah mudah,karena kebenaran ada Nya telah terbukti pada dirinya sendiri dengan amat jelas. Adapun segi kesukarannya ialah karena keterbatasan akal manusia.

2. Jiwa

Jiwa berasal dari limpahan akal aktif ,jiwa bersifat rohani suatu subtansi yang sederhana yang tidak dapat di raba oleh salah satu panca indera.maskawaih menonjolkan kelebihan jiwa manusia atas jiwa binatang dengan adanya kekuatan berpikir yang menjadi sumber pertimbangan tingkah laku,yang selalu mengarah kebaikan. Menurut maskawaih jiwa manusia mempunyai tiga kekuatan yang bertingkat-tingkat dari tingkat yang paling rendah disebutkan urutannya sebagai berikut :

a. An-nafs al bahimiyah (nafsu kebinatangan ) yang buruk
b. An-nafs al sabu’iah ( nafsu binatang buas) yang sedang
c. An-nafs an nathiqah (jiwa yang cerdas) yang baik

sehubungan dengan kualitas dari tingkatan-tingkatan jiwa yang tiga macam tersebut maskawaih mengatakan bahwa jiwa yang rendah atau buruk (An-nafs al bahimiyah nafsu kebinatangan) mempunyai sifat-sifat wujub,sombong pengolok-olok,penipu,penghina.sedangkan jiwa yang cerdas An-nafs an nathiqah mempunyai sifat-sifat adil, harga diri,berani,pemurah,benar dan cinta.

3. Kenabian (An nubuwah)

Dalam membicarakan hal Kenabian, maskawaih menyajikan banyak hal yang sepintas lalu tidak lazim digolongkan sebagai topic kenabian.maskawaih membicarakan masalah tingkatan-tingkatan wujud dalam alam dan hubungannya satu sama lain

c. Dasar-dasar Etika
Mengenai teori etika maskawaih dalam kesempatan ini hanya akan disajikan dasar-dasar saja yang meliputi :

1. Unsure-unsur etika maskawaih

Teori Etika maskawaih bersumber pada filsafat yunani, peradaban Persia, ajaran syariat islam,dan pengalaman pribadi. Pengaruh-pengaruh Plato, Aris Toteles dan Galen amat jelas dalam teori etika maskawaih. Usaha maskawaih adalah mempertemukan ajaran syariat islam dengan teori-teori etka dalam filsafat, setelah berusaha mempertemukan antara berbagai macam teori etika dalam filsafat.

2. Pengertian Akhlaq

Kata Akhlaq adalah bentuk jama’ dari kata khuluq. Menurut maskawaih kata khuluq adalah peri keadaan jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan – perbuatan tanpa difikirkan dan dierhitungkan sebelumnya.
Maskawaih menetapkan kemungkinan manusia mengalami perubahan Khuluq, dan dari segi inilah maka diperlukan adanya aturan – aturan syariat, diperlukan adanya nasehat-nasehat dan berbagai macam ajaran tentang adatsopan santun. Adanya itu semua memungkinkan manusia dengan akhlaqnya untuk memilih dn membedakan mana yang seharusnya dilakukan dan mana yang harus ditinggalkan. Dari sini maskawaih memandang penting arti pendidikan dan lingkungan bagi manusia dalam hubungannya pembinaan akhlaq.

3. Keutamaan

Maskawaih menyebutkan adanya Keutamaan lain, selin empat macam keutamaan moral tersebut, yaitu keutamaan jiwa yang lebih sesuai dengan ketinggian martabat jiwa, yaitu berusaha memiliki pengetahuan, dan kesempurnaan jiwa yang sebenarnya adalah dengan pengetahuan dan besatu dengan akal aktif. Dalam hal yang disebutkan terakhir ini, jelas maskawaih memperoleh dari Socrates yang mengatakan bahwa keutamaan adalah pengetahuan, dan dari Neo-Platoisme yang mengatakan bahwa puncak keutamaan jiwa adalah bersatu dengan akal aktif,selanjutnya meningkatnya terus hingga bersatu dengan Tuhan.

4. Kebahagian
Dalam usaha mencapai kebahagian, manusia selalu memerlukan pedoman syariat yang memberikan petunjuk dan meluruskan jalan hayatnya. Syariatlah yang memerintahkan manusia untuk melakukan hal-hal yang terpuji karena asalnya dari Allah syariat hanya memerintahkan kebajikan dan hal-hal yang akan menyampaikan manusia pada kebahagian tertinggi.
Maskawaih menekankan bahwa hakiakat manusia adalah makhluk social pendiriannya tentang etika pun menekankan bahwa manusia jangan hanya memperhatikan dirinya sendiri, memperbaiki akhlaknya sendiri saja, tetapi juga harus memperharikan orang lain. Akhlak masyarakat hendaknya diusahakan juga agar lebih baik cinta kepada keutamaan hendaknya diusahakan juga bisa tersosialisasikan dalam masyarakat .

5. Cinta
Maskawaih memberikan perhatian khusus pada cinta sebagai salah satu unsure dari etika. Cinta menurutnya ada dua macam : cinta kepada Allah,dan cinta kepada manusia, terutama cinta seorang murid pada gurunya. Cinta yang tinggi nilainya adalah cinta kepada Allah, tetapi cinta tipe ini hanya dapat dicapaioleh sedikit orang. Cinta kepada sesama manusia ada kesamaan antara cinta anak kepada orang tua dan cinta murid kepada guru, tetapi cinta murid kepada guru dipandang lebih mulnya dan lebuih berperanan. Guru adalah bapak rohani bagimurid-muridnya. Gurulah yang mendidik murid-muridnya untuk dapat memiliki keutamaan yang sempurna. Kemulian guru terhadap muridnya ibarat kemulyaan rohani.terhadap jasmani.

6. Pendidikan Akhlaq pada Anak-anak
Maskawaih juga menaruh perhatian besar terhadap pendidikan akhlaq pada anak-anak Maskawaih juga mengutarakan keutamaan-keutamaan dalam pergaulan sesama anak-anak yang harus ditanamkan ialah kejujuran, agar tidak mempunyai kebiasan, tidak mempunyai permintaan yang berlebihan, pemurah, suka mengalahkan diri sendiri untuk mengutamakan kepentingan orang lain yang lebih mendesak dan yang terakhir adalah hendaknya ditanamkan rasa wajib taat, yang diharapkan melahirkan rasa wajib hormat kepada orang lain, terutama kepada orang tua dan para gurunya .menanamkan rasa wajib taat seperti itu akan berpengaruh positif pada anak anak .dengan demikian anak akan terbiasa Manahan diri, menjauhkan diri dari kenikmatan kenikmatan hidup yang buruk, suka mendengar nasehat, rajin belajar , dan menghormati ajaran syariat yang dititahkan allah..

d. Perihal Kematian

Dalam membicarakan berbagai penyakit jiwa maskawaih menyinggung masalah takut mati yang banyak dialami orang pada umumnya. Takut mati tidak dapat di benarkan,karna adanya kematian itu merupakan bukti keadilan tuhan terhadap hamba Nya. Secara rasional dapat dinyatakan bahwa manusia hanyalah makhluk belaka yang pasti berakhir dengan kerusakan ,jika orang tidak ingin rusak,maka seharusnya pun ia tidak pernah ingin ada.

Tentang Muhammad Khofifi

beragam aktifitas selalu mengakrabi kehidupan Muhammad Khofifi, eksdemonstran kelahiran desa Bulupitu gondanglegi Malang Jawa timur pada tanggal 18 Maret 1985 ini menempuh TAMAN KANAK-KANAK IBNU HAJAR LULUS PADA TAHUN 1999/1990 pendidikan MI MIFTAHUL ULUM Bulupitu lulus pada tahun pelajaran1994/1995 kemudian MTs IBNU HAJAR BULUPITU lulus pada tahun pelajaran 1998/1997 kemudian mengabdi di dalem ponpes Al HAFILUDDIN KYAI HMUHAMMAD SHOLEH selam 2 tahun kemudian melanjutkan sekolah MA di MADRASAH ALIYAH RAUDLATUL ULUM tahun pelajaran 2001/2002 kemudian lulus pada tahu 20004/2005 lulus kemudian tugas mengajar selama satu tahun di Pulau GARAM " madura" didesa pao paleh laok ketapang sampang madura kemudian pulang karna tidak kerasan kemudian bekerja menjadi Staff Perpustakaan selama satu tahun kemudian diangkat menjadi staff TU administrasi sampai sekarang kemudian kuliah di STAI AL QOLAM.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s