NAHDLATUL ULAMA’

KELAHIRAN FAHAM NAHDLATUL ULAMA’

NU berdiri pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan tangal 31 Januari 1926 M dengan bercirikan Jamiyah Keagamaan.

Akan tetapi jika dilihat dari segi kegiatan dan perjuangannya, ternyata bukan saja mengurus masalah-masalah keagamaan saja melainkan juga mengurus permasalah ke kehidupan ummat islam dan bangsa Indonesia umumnya.

Hal ini menunjukkan beberapa motivasi para ulama’ pesantren mendirikan jam’iyah Nahdlatul Ulama’, di antaranya :
1.Memelihara dan mengembangkan serta memberi kebebasan orang islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah dan berdasar salah satu madzhab yang empat.
2. Berkeinginan bekerjasama untuk mewujudkan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi ummat islam.
3. Menanamkan dan terus mengobarkan semangat nasionalisme bagi terwujudnya kemerdekaan Indonesia.

A. Latar belakang kelahiran Nahdlatul Ulama’

1. Usaha para ulama’ membangkitkan semangat bangsa Indonesia mencintai tanah air dan membebaskan diri dari penjajah
Indonesia adalah Negara yang subur, tanaman macam apapun dapat tumbuh di bumi Indonesia. Kalau kita naik pesawat terbang lalu melihat ke bawah, maka sepanjang mata kita memandang akan terlihat bentangang yang serba hijau. Kekayaan alampun melimpah ruah begitu pula kekayaan lautpun tidak terhitung banyaknya.
Dalam hal rempah-rempah Indonesia termasuk penghasil yang terbesar. Itulah sebabnya pada zaman dulu perdagangan di Bandar-bandar Indonesia yang berpusatkan di Bandar malaka, ramai dikunjungi pendatang mancanegara.
2.Kegigihan para ulama’ mempertahankan faham ahlussunnah waljamaah

ulama’ ahlussunnah waljamaah menyadari, bahwa usaha belanda untuk memecah belah ummat islam Indonesia adalah dalam rangka mempertahankan penjajahannya di Indonesia. Demikian juga belanda menydari,bahwa ulama’ ahlussunnah waljamaah yang sebagian besar berada di pedesaan dengan pondok pesantrennya, di anngap merupakan hambatan bagi belanda dalam mempertahankan jajahannya di Indonesia.

Untuk itu belanda berusaha memecah belah ummat islam dengan jalan meniupkan perbedaan “islam modern” dan “islam kolot atau tradisional”serta membantu poerkembangan usaha dari golongan yang menamakan dirinya”islam modern “dengan berbagai macam bantuan. Sedangkan ulama’ ahlussunnah waljamaah menolak segala macam bantuan dari pada,bahkan segala yang menyerupai di larang dalam rangka usaha untuk mempertahankan kelestarian kebudayaan Indonesia yang di jiwai dengan nafas islam .

B.Proses kelahiran nahdlatul ulama’

1. Berdirinya komite HIJAZ dan lahirnya nahdlatul ulama’.

Sebelum tahun 1924,raja yang berkuasa di mekkah dan madinah ialah Syarif Husen, yang bernaung di bawah kesultanan turki. Akan tetapi pada tahun 1926 Syarif husen digulingkan oleh Ibnu Suud. Ibnu Suud ialah seorang pemimpin suku yang taat kepada seorang pengajar agama bernama Abdul Wahhab dari Nejed yang ajaran-ajaranya sangat konservatif. Misalnya berdoa didepan makam nabi dihukumi syirik.

Penguasa hijaz yang baru ini mengundang pemimpin-pemimpin islam seluruh dunia untuk menghadiri muktamar islam di mekkah pada bulan juni 1926. Di Indonesia kebetulan waktu itu sudah terbentuk CCC (Centra Comite Chilafat) disebut komite hilafat, dan duduk didalamnya berbagai wakil organisasi islam, termasuk K.H.Wahab Hasbullah. CCC yang akan menentukan utusan Indonesia kemuktakar tersebut.

Berhubungan dengan itu, maka K.H. Wahab Hasbullah bersama-sama para ulama’ Taswirul Afkar dan Nahdlatul Wathan dengan restu K.H. Hasyim Asy’ari memutuskan untuk mengirimkan delegasi sendiri kemukatamar pada juni 1926 dengan membentuk komite sendiri yaitu komite hijaz.

Susunan Komite Hijaz

Penasehat : K.H. Abdul Wahab Hasbullah K.H. Cholil Masyhuri
Ketua : H.Hasan Gipo
Wakil Ketua : H.Sholeh Syamil
Sekretaris : Muhammad Shodiq
Pembantu : K.H. Abdul Halim

Pada tanggal 31 Jan 1926 komite mengadakan rapat di Surabaya dengan mengundang para ulam’ terkemuka di surabaya dan dihadiri K.H. Hasyim Asy’ari dan K.H. Asnawi Kudus. rapat memutuskan K.H. Asnawi Kudus sebagai delegasi komite Hijaz menghadiri muktamar dunia islam di mekkah.

C. Tokoh-tokoh di balik berdirinya NU

a.Kiyai Kholil

Kiyai Kholil lahir Selasa 11 Jumadil Akhir 1235 di Bangkalan madura nama ayahnya Abdul Latif, beliau sangat berharap dan memohon kepada Allah SWT agar anaknya menjadi pemimpin ummat.

Pada tahun 1859 ketika berusia 24 th kiyai Kholil memutuskan untuk pergi ke mekkah dengan biaya tabungannya, sebelum berangkat beliau dinikahkan dengan Nyai ‘Asyik di mekkah beliau belajar pada Syeikh di masjidil haram tetapi beliau lebih banyak mengaji pada para Syeikh yang bermazdhab syafi’i . Sepulang dari mekkah dari mekkah beliau dikenal sebagai ahli fiqih dan thoriqot bahkan ia memadukan kedua ilmu itu dengan serasi dan beliau juga hafizd kemudian beliau mendirikan pesantren di desa Cengkebuan.

Kiyai Kholil wafat tanggal 29 Ramadlan 1343 H dalam usia 91 th. hampir semua pesantren di Indonesia sekarang masih mempunyai sanad dengan pesantren Kiyai Kholil.

b.K.H.Muhammad Hasyim Asy’ari

Beliau adalah seorang ulama’ yang luar biasa hamper seluruh kiyai di jawa memberi gelar Hadratus Syeikh ( Maha Guru) beliu lahir selasa keliwon 24 dzulqa’dah 1287 H bertepatan dengan tanggal 14 Feb 1871 di desa Gedang,Jombang. Ayahnya bernama K.Asy’ari Demak jawa tengah.ibunya bernama Halimah putrid Kiyai Utsman pendiri pesantren Gedang.

Dalam rangka mengabdikan diri untuk kepentingan ummat maka K.H.Muhammad Hasyim Asy’ari mendirikan pesantren Tebuireng,jombang pada th 1899 M. Dengan segala kemampuannya,Tebuireng kemudian berkembang menjadi “ Pabrik” pencetak kiai.

Pada tanggal 17 Ramadlan 1366 H bertepatan dengan 25 Juli 1947M K.H.Muhammad Hasyim Asy’ari Memenuhi panggilan Ilahi.

c.K.H.Abdul Wahab Hasbullah

Beliau adalah seorang ulama’ yang sangat alim dan tokoh besar dalam NU dan bangsa Indonesia. Beliau di lahirkan di desa Tambakberas,Jombang,Jawa Timur pada bulan maret 1888. Semenjak kanak-kanak beliau dikenal kawan-kawannya sebagai pemimpin dalam segala permainan.

Langkah awal yang ditempuh K.H.Wahab Hasbullah kelak sebagai bapak pendiri NU,itu merupakan usaha membangun semangat nasionalisme lewat jalur pendidikan yang sengaja dipilih nama nahdlatul Wathan yang berarti Bangkitnya Tanah Air.

Tentang Muhammad Khofifi

beragam aktifitas selalu mengakrabi kehidupan Muhammad Khofifi, eksdemonstran kelahiran desa Bulupitu gondanglegi Malang Jawa timur pada tanggal 18 Maret 1985 ini menempuh TAMAN KANAK-KANAK IBNU HAJAR LULUS PADA TAHUN 1999/1990 pendidikan MI MIFTAHUL ULUM Bulupitu lulus pada tahun pelajaran1994/1995 kemudian MTs IBNU HAJAR BULUPITU lulus pada tahun pelajaran 1998/1997 kemudian mengabdi di dalem ponpes Al HAFILUDDIN KYAI HMUHAMMAD SHOLEH selam 2 tahun kemudian melanjutkan sekolah MA di MADRASAH ALIYAH RAUDLATUL ULUM tahun pelajaran 2001/2002 kemudian lulus pada tahu 20004/2005 lulus kemudian tugas mengajar selama satu tahun di Pulau GARAM " madura" didesa pao paleh laok ketapang sampang madura kemudian pulang karna tidak kerasan kemudian bekerja menjadi Staff Perpustakaan selama satu tahun kemudian diangkat menjadi staff TU administrasi sampai sekarang kemudian kuliah di STAI AL QOLAM.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s