MEMPERBAIKI KONDISI KELAS DENGAN PEMECAHAN MASALAH

I. LATAR BELAKANG
Manusia pada umumnya ingin mendapat kepuasan membutuhkan realisasi dan harga diri. Kenyataan seperti tersebut di atas harus disalurkan dan dilaksanakan di sekolah. Sekolah tidak pada tempatnya bertindak sendiri, membuat murid-murid bergantung kepada guru atau aturan sekolah dalam segala aspek perilaku mereka yang kemungkinan besar akan membuat mereka berontak sebab ada jurang pemisah antara kebutuhan mereka dengan control sekolah.
Akibatnya kapasitas mereka untuk belajar berkurang begitu juga dalam melaksanakan tugas-tugas dan berkreasi. Problem seperti ini tidak bersumber pada anak-anak itu sendiri tetapi dari praktek control sekolah, aturan-aturan prilaku, dan kondisi kerja kelas yang tidak memuaskan.

II. MENEMUKAN KEBUTUHAN MANUSIA LEWAT PEMECAHAN MASALAH
Ada tiga pola pemecahan masalah dalam diskusi kelompok, pola-pola itu menjawab pertanyaan :
– Bagaimana masalah itu dan bagitu seriusnya
– Bagaimana menemukan ide-ide untuk penyelesaiannya
– Apa criteria yang dipakai untuk memilih ide-ide itu
Bia ingin menerima kebutuhan anak tentang kebersihan, nilai-nilai dan partisipasi mereka, guru-guru harus mau menerima rencana yang dikembangkan oleh anak-anak dan penyelesaian yang mereka perolah. Proses pemecahan masalah melibatkan konsep dan keyakinan anak-anak. Kesuksesan pemecahan masalah bergantung kepada keyakinan mereka akan kemampuan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Nemun guru kadang-kadang tidak percaya akan kemampuan anak-anak ini.
Guru yang sukses menggunakan pemecahan masalah dalam memperbaiki kondisi kelas sehingga kelas menjadi puas. Hal ini juga memperkuat penerimaan diri bagi masing-masing anggota, yang dapat meningkatkan harga diri mereka.

III. PEMECAHAN MASALAH
Agar pemecahan masalah menjadi efektif, guru harus punya wawasan tentang psikologi anggota-anggota kelompok kelas. Guru harus mengerti tentang apa yang dapat dan tidak dapat dikerjakan oleh kelompoknya. Kelompok yang bersatu dan punya disiplin internal sangat mungkin dapat menyelesaikan masalah dengan lancer. Sebaliknya ketidak mempuan menyelesaikan problem dapat merusak kesatuan kelompok.
Pemecahan masalah itu sendiri sebetulnya dapat membantu kesatuan kelompok, asal dari pihak guru ada inisiatif, pengarahan dan ketrampilan memimpin. Kelompok itu harus sukses menyelesaikan masalah.

IV. MELAKSANAKAN DISKUSI MASALAH
A. LANGKAH – LANGKAH PEMECAHAN MASALAH
Langkah-langkah pemecahan masalah beserta aktifitas pengelola dalam memberi fasilitas adalah sebagai berikut :
1. Perhatiakan situasi yang memberi efek kepada situasi kelas
2. Formulasikan permasalahan
3. Buat pernyataan atau pertanyaan tentang data yang diinginkan
4. Rumuskan tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
5. Test efektivitas penyelesaian
Dalam proses diskusi guru perlu menjelaskan hal-hal yang kurang jelas, kadang-kadang perlu mengembangkan cara-cara memahami situasi bagi murid-murid, kemudian diarahkan untuk memperbaiki situasi, dalam hal ini ketrampilan merumuskan kembali ide-ide dan menyimpulkan dari waktu kewaktu sangat dibutuhkan.
Ide-ide yang dikemukakan kelompok harus dicatat di papan tulis dengan tidak perlu diberi penilaian atau komentar. Kemudian guru mengelompokkan ide-ide yang sama, untuk mengurangi jumlah jenis penyelesaian diseleksi, kelompok lalu menilai dan mengorganisasi data untuk rencana tindakan akhir.
B. CARA MENUNJUKKAN MASALAH
Menemukan masalah, dan kata yang tepat untuk menyatakannya kepada anak-anak membutuhkan studi dan persiapan. Guru perlu bertanya dulu pada dirinya apakah ia punya minat untuk menyelesaikan masalah itu dan yang paling penting apakah ia sudah yakin bahwa murid-muridnya akan mampu menyelesaikannya. Hal ini sangat penting dipertimbangkan agar murid menaruh minat dan mau terlibat dalam pemecahan masalah itu.
Masalah itu kemudian dirumuskan dalam pernyataan yang positif, tidak melukiskan hal-hal yang membuat kelompok keberatan atau mencela kelompok, atau tidak mengundang reaksi bertahan pada kelompok.
C. MEMBIMBING KELOMPOK YANG TIDAK MENCAPAI PERSETUJUAN
Bila murid-murid tidak dapat mencapai kesepakatan dalam memecahkan masalah pada diskusi kelompok, maka guru dapat memberi bimbingan sebagai berikut :
1. Mula-mula didaftar hal-hal yang sudah disepakati, sebagai kerangka kesamaan jalan pikiran kelompok
2. Ringkasan hal-hal yang tidak disepakati, rintangan-rintangan ini dihubungkan satu dengan yang lain, sehingga menjadi sempit.
3. Beri kesempatan anak-anak yang tidak sepakat menjelaskan keinginannya
4. Bila lewat prosedur di atas belum juga dapat persetujuan kelompok ditawari agar mereka membuat beberapa rencana baru sebagai penyelesaian masalah tersebut
5. Bila dengan prosedur 4 di atas belum juga dapat persetujuan, maka guru berkata bahwa kelompok mempunyai masalah baru yaitu masalah ketidak sepakatan dalam kelompok.
6. Rumuskan kembali masalah tadi beserta penyelesaiannya.
V. MENYELESAIKAN MASALAH PROSEDUR
Untuk masalah-masalah yang bersifat prosedur yaitu yang mencakup organisasi sekolah atau kelas, guru dapat juga atau sealiknya mengikut sertakan murid-murid atau kelompok tertentu yang mampu dalam merencanakan dan menyelesikan masalah itu. Masalah-masalah yang penyelesaiannya dapat dibantu oleh anak-anak lain :
1. Kondisi phisik dalam kelas yang berhubungan dengan pengaturan ruang atau estetika dan perlengkapan-perlengkepan
2. Penyimpanan, distribusi, dan pengadaan buku-buku dan materi-materi lainnya
3. Distribusi dan pengadaan kertas dan perlengkapan lain untuk kelas
4. pertunjukan film atau slide dan lain-lain untuk keperluan-keperluan khusus
5. Pengurganisasian aktivitas alah raga untuk sekolah

VI. PENUTUP/KESIMPULAN
Dari berbagai pengertian di atas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa :
1. Seseorang dalam setiap kebutuhannya itu tidak terlepas yang namanya masalah
2. Setiap permasalahan hendaknya kita perlu merumuskan masalah tersebut, kemudin diadakan diskusi untuk menyelsaikannya
3. Pokok-pokok tindakan yang perlu diselesaikan, yaitu seseorang harus mengetahui sumber datangnya masalah, dalam arti factor-faktor, sebab-sebab sehingga masalah itu ada/terjadi.
4. Dengan diskusilah seseorang dapat menemukan jalan keluar dari masalah itu, sehingga dapat memilih mana yang terbaik

Daftar Pustaka :
Dr. Made Pidarta, Pengelolaan kelas, Penerbit Usaha Nasional, 1970 Surabaya

Tentang Muhammad Khofifi

beragam aktifitas selalu mengakrabi kehidupan Muhammad Khofifi, eksdemonstran kelahiran desa Bulupitu gondanglegi Malang Jawa timur pada tanggal 18 Maret 1985 ini menempuh TAMAN KANAK-KANAK IBNU HAJAR LULUS PADA TAHUN 1999/1990 pendidikan MI MIFTAHUL ULUM Bulupitu lulus pada tahun pelajaran1994/1995 kemudian MTs IBNU HAJAR BULUPITU lulus pada tahun pelajaran 1998/1997 kemudian mengabdi di dalem ponpes Al HAFILUDDIN KYAI HMUHAMMAD SHOLEH selam 2 tahun kemudian melanjutkan sekolah MA di MADRASAH ALIYAH RAUDLATUL ULUM tahun pelajaran 2001/2002 kemudian lulus pada tahu 20004/2005 lulus kemudian tugas mengajar selama satu tahun di Pulau GARAM " madura" didesa pao paleh laok ketapang sampang madura kemudian pulang karna tidak kerasan kemudian bekerja menjadi Staff Perpustakaan selama satu tahun kemudian diangkat menjadi staff TU administrasi sampai sekarang kemudian kuliah di STAI AL QOLAM.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke MEMPERBAIKI KONDISI KELAS DENGAN PEMECAHAN MASALAH

  1. lesta berkata:

    materinya bagus…..
    tapi tolong kalo ada sumber lain dengan materi yang sama diposkan lagi yaw cz a ada tugas untuk membahas materi ini gt….
    soalnya sulit juga nich cari tentang “Memperbaiki kondisi kelas dengan Pemecahan Masalah”….
    tolong dijelaskan juga tentang langkah-langkah pemecahan masalah yaw….
    Ma kacihhhh…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s